Pangeran Diponegoro

 

Pangeran Diponegoro putra sulung Sultan Hamengku Buwana III, lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta. Semasa kecil bernama B.R.M Antawirya. Menyadari kedudukannya bukan putra permaisuri, beliau menolak keinginan ayahnya untuk menjadi raja.

Diponegoro. Lukisan AJ Bik, 1830 (sumber: Wikipedia)

Perang Diponegoro berawal ketika tanah milik dan makam leluhur di Desa Tegalrejo dipasangi patok/tanda oleh Belanda. Pangeran Diponegoro tidak bisa menerima perlakuan yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan adanya pungutan pajak yang sangat memberatkan rakyat.

Perlawanan Pangeran Diponegoro mendapat simpati rakyat serta dukungan dari Kyai Maja, Sultan Hamengku Buwana VI dan puluhan penghulu turut bergabung, sehingga semakin kuat. Belanda kewalahan sehingga mengeluarkan sayembara untuk menangkap Pangeran Diponegoro dengan hadiah 50.000 gulden.

 

Pada tahun 1827 kondisi pasukan Pangeran Diponegoro semakin terjepit, dan tahun 1829 Kyai Maja dapat ditangkap, menyusul Panglima Utamanya yaitu Sentot Alibasya dan Pangeran Mangkubumi tertangkap pula.

Tanggal 28 Maret 1830 Pangeran Diponegoro datang ke Gedung eks Karesidenan Kedu di Magelang atas permintaan de Kock untuk berunding. Belanda meminta agar Pangeran Diponegoro menghentikan perang namun ditolak oleh Pangeran Diponegoro. Ternyata Belanda telah menyiapkan penyergapan, Pangeran Diponegoro ditangkap dan dibawa ke Ungaran kemudian ke Karesidenan Semarang, selanjutnya tanggal 5 April 1830 dibawa ke Batavia menggunakan Kapal Pollux. Di Batavia ditempatkan di penjara, kemudian dipindah ke Manado dan dipindah lagi ke Makasar hingga beliau wafat.

Penangkapan Diponegoro. Lukisan Raden Saleh (sumber http://warriors-hall-of-fame.blogspot.com)

Pada tanggal 6 November 1973, Pangeran Diponegoro mendapat anugerah Pahlawan Nasional.

Ketika diasingkan di Manado (1832-1833), Pangeran Diponegoro menulis kisah hidupnya yang kemudian dikenal sebagai Babad Diponegoro. Tanggal 21 Juni 2013 UNESCO menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World).

Sumber : Museum Pangeran Diponegoro, Magelang, Museum Sejarah Jakarta, Fort Rotterdam Makasar, Wikipedia

Yuli Hapsari
Yuli H