Raden Mochtar, Aktor pada Jaman Penjajahan Belanda

 

Ketika saya berkunjung ke salah satu Museum di Jakarta, saya melihat foto yang menarik perhatian. Seorang pria dengan jari tangan yang disilangkan di dagunya; gaya fotonya terlihat kekinian.

Wajahnya seperti tidak asing lagi bagi saya, serasa pernah melihat, tetapi entah dimana sehingga mengusik saya untuk mencari tahu siapa dirinya. Menurut informasi yang saya dapat, foto tersebut dibuat sekitar tahun 40-an. Setelah bertanya kepada teman-teman dan pencarian di google, ternyata beliau adalah Raden Mochtar seorang aktor film Indonesia yang lahir di Cianjur Jawa Barat pada tahun 1918.

Raden Mochtar (sumber: dokumen pribadi, lokasi museum MH Thamrin)

Mochtar ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Albert Balink yang sudah lama mencari pemuda tampan dan gagah untuk pemeran utama filmnya. Ketika ia sedang minum kopi di kedai bersama Wong Bersaudara yaitu Otniel dan Joshua, melintas sepeda motor yang dikendarai seorang pemuda yang posturnya tepat untuk pemeran filmnya, Balink berteriak sehingga mengejutkan kedua temannya. Mereka bertiga dengan mobil mengejarnya tetapi pemuda tersebut semakin cepat menghindar karena takut dikejar oleh orang Belanda, namun pemuda tersebut dapat dihentikan juga.

BACA JUGA : Mohammad Hoesni Thamrin

Setelah bertemu, Mochtar mendapat tawaran untuk membintangi Film Pareh dan kemudian meminta agar nama Mochtar agar dilengkapi dengan Raden. Mochtar memang keturunan bangsawan tetapi oleh orang tuanya gelar tersebut tidak dipergunakan.

Pada tahun 1935 diproduksi Film Pareh, Het Lied Van Der Rijst, Raden Mochtar menjadi pemeran utama pria dipasangkan dengan Roekiah.

Menyusul film ke-2 diproduksi tahun 1937 berjudul Terang Boelan, pengambilan gambar dilakukan di Malaya dan Raden Mochtar kembali berpasangan dengan Roekiah. Pada adegan menyanyi, Ismail Marzuki mengisi suara Raden Mochtar. Ismail Marzuki juga mengisi ilustrasi musik film Terang Boelan.

Raden Mochtar menikah dengan artis Soekarsih yang dikenal pada saat pembuatan film Pareh (sumber: Wikipedia)

Film Terang Boelan sukses secara komersial baik di Hindia Belanda maupun di sebagian Malaya. Raden Mochtar menjadi semakin terkenal dan sering main film bersama Roekiah. Sejak munculnya pasangan tersebut, maka star system dimulai yaitu adanya perhatian pada pentingnya kedudukan pemeran.

Pada masa pendudukan Jepang, Raden Mocthar ikut dalam Kelompok Sandiwara Terang Bulan (1942), Bintang Surabaya (1943), Pantai Warna (1946), kemudian di Persari.

 

Film terkenalnya Rodrigo de Villa (1952) produksi bersama Persari dan LVN (Filipina).

Ketika kondisi perfilman menurun, Raden Mochtar bertani, dan kembali ke film ketika perfilman mulai membaik. Ia ikut bermain di film Tutur Tinular 2, tahun 1991.

Sumber berita dan foto  : Wikipedia, portal resmi pemerintah DKI Jakarta, Museum M.H.Thamrin.

Yuli Hapsari
Yuli H