Asal Usul Tahun Baru Masehi

 

Selamat Tahun Baru 2019, ”Dengan semangat dan tekad yang kuat, mari melangkah meraih impian”.

Dalam pergantian tahun semua orang berharap agar kehidupan di tahun mendatang dapat lebih baik lagi.

Setiap pergantian tahun, orang-orang dari berbagai belahan dunia menyambutnya dengan berbagai cara. Ada yang merayakan beramai-ramai menyaksikan warna-warni kembang api, ada yang berkumpul bersama keluarga sambil menikmati santapan istimewa, dan ada pula yang khusyuk berdoa atau bermeditasi.

 

Bagaimana penentuan tanggal 1 Januari menjadi tahun baru?

Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari tahun 45 Sebelum Masehi (SM), tidak lama setelah Julius Caesar menjadi Raja Roma. Ia mengganti penanggalan tradisional Roma yang telah ada sebelumnya. Julius Caesar dibantu oleh Sosiogenes astronom dari Iskandariyah yang menyarankan agar penanggalan baru dibuat dengan mengikuti revolusi matahari. Satu tahun berjumlah 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM.

Caesar memerintahkan agar setiap 4 tahun, ditambahkan 1 hari kepada bulan Februari, sehingga bisa menghindari penyimpangan dalam kalender barunya.

Ternyata Kalender Julius dinilai kurang akurat,oleh Dr. Aloysius Lilius dari Napoli-Italia mengusulkan agar digunakan Kalender Gregorian yang merupakan modifikasi Kalender Julius. Paus Gregorius XIII menyetujuinya pada tanggal 24 Februari 1582. Penanggalan tahun kalender tersebut berdasarkan Tahun Masehi, yang kemudian digunakan secara luas di dunia untuk mempermudah komunikasi.

BACA JUGA : Menggapai Resolusi di Tahun Baru

Di Indonesia Tahun Baru Masehi jatuh pada tanggal 1 Januari, mengadopsi Kalender Gregorian seperti mayoritas negara-negara di dunia. Kalender Masehi atau Anno Domini (AD) dalam Bahasa Inggris, adalah sebutan untuk penanggalan yang digunakan pada Kalender Gregorian. Era kalender Masehi (M) dihitung sejak kelahiran Jesus, sedangkan sebelumnya disebut Tahun Sebelum Masehi (SM).

 

Sebagaimana diketahui 1 tahun ada 12 bulan, mengapa Januari menjadi bulan pertama? Nama bulan Januari berasal dari nama dewa dalam mitologi Roma yaitu Dewa Janus yang memiliki 2 wajah sehingga bisa melihat kedepan dan kebelakang secara bersamaan. Janus adalah dewa permulaan dan dewa akhir yang bisa melihat masa depan dan masa lalu.

Janus. (sumber: www.alamy.com)

Bagaimana dengan nama bulan lainnya? Untuk nama-nama bulan lainnya akan ada di artikel berikutnya.

Sumber : wikipedia

Yuli Hapsari
Yuli H