Idolaku, Samuel Mulia

 

Hampir setiap orang mempunyai tokoh idola, entah mengidolakan seorang selebritis, orang tua ataupun guru. Kalau saya, karena hobi membaca, sangat mengidolakan Samuel Mulia.

Pertama kali membaca tulisannya disalah satu koran terbitan ibu kota, yang rubriknya setiap hari Minggu. Menurut pendapat saya gaya bahasa dan pemilihan topik bahasannya sangat sederhana dan ringan sehingga memudahkan pembaca dalam mencerna isi tulisan itu.

BACA JUGA : Tanam Paksa

 

Sayapun mulai mencari tahu siapa Samuel Mulia lewat media sosial instagram. Ternyata ia sangat aktif di instagram. Sampai suatu hari saya berkesempatan untuk menyapanya melalui DM (Direct Message)

Samuel Mulia

Sebelumnya terlebih dahulu saya memperkenalkan diri, lalu bertanya, bagaimana ia bisa menghasilkan tulisan dengan sangat mudah dicerna oleh pembaca. Jawabannya singkat namun padat. Ia memberikan saran agar saya lebih melihat dengan nurani ketimbang yang kasat mata. Kasat mata itu hanya untuk melihat sebuah kejadian sebagai ide tetapi saat menulis gunakan nurani. Sebagai contoh, mata melihat kejadian lomba Asian Games, yang ditulis bukan Asian Gamesnya saja tapi juga lomba dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita dalam lomba akan curang atau dalam jalan yang benar.

Ternyata untuk mendapatkan ide menulis itu cukup sederhana, kejadian sehari-hari bisa kita jadikan sebagai suatu ide tulisan, tinggal bagaimana kita mengaplikasikannya menjadikan sebuah tulisan yang enak untuk dibaca.

Ella Irawan
Ella Irawan