TEH

“Ngeteh dulu ah” sering diucapkan seseorang ketika lelah beraktifitas, kemudian merasa lebih segar setelah minum secangkir teh. Mengapa demikian?

Tanaman teh yang bernama Camellia sinensis mengandung kafeina atau kafein, merupakan zat psikoaktif, perangsang sistem pusat saraf pada manusia dan dapat mengusir rasa kantuk secara sementara.

Apakah ini berbahaya? Ternyata tidak. Seperti zat psikoaktif lainnya, kafein yang ada pada teh, kopi dan minuman ringan. Itu legal dan tidak diatur oleh hukum di hampir seluruh yuridiksi dunia. Namun penggunaannya tetap perlu diperhatikan, jangan berlebihan. Untuk mendapat manfaat, sebaiknya mengonsumsi teh tanpa campuran gula dan susu.

Konsumsi teh secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, karena tidak hanya mengandung kafein, daun teh juga memiliki kandungan polifenol, asam amino, omega -3 dan omega-6 juga folat dan beberapa mineral seperti magnesium, fosfor, kalium, mangan dan fluoride.

Apa saja manfaatnya bagi kesehatan?

Dapat meningkatkan konsentrasi, menjaga fungsi kognitif otak, menjaga kesehatan gigi dan mulut, menurunkan resiko diabetes (teh hijau dan teh hitam), menurunkan tekanan darah (teh hitam), menurunkan kolesterol, menurunkan resiko penyakit kardiovaskular, mencegah kanker, menurunkan berat badan (teh hijau), menjaga saluran pencernaan, mengatasi flu dan pilek (teh dan perasan lemon), menjaga kesehatan tulang dan sendi, mengatasi stress.

Teh dikelompokkan berdasarkan tingkat oksidasi, yaitu Teh Hijau, Teh Hitam/Teh Merah, Teh Olong dan Teh Putih. Walau sama-sama dari Camellia sinensis, yang membedakan adalah pada proses oksidasinya yaitu penambahan oksigen ke dalam daun teh yang telah dipetik sehingga menimbulkan warna kecoklatan.

Teh Hijau, cara mengolahnya yaitu daun yang telah dipetik langsung diproses, setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan menggunakan uap

Apa saja manfaatnya bagi kesehatan?

Dapat meningkatkan konsentrasi, menjaga fungsi kognitif otak, menjaga kesehatan gigi dan mulut, menurunkan resiko diabetes (teh hijau dan teh hitam), menurunkan tekanan darah (teh hitam), menurunkan kolesterol, menurunkan resiko penyakit kardiovaskular, mencegah kanker, menurunkan berat badan (teh hijau), menjaga saluran pencernaan, mengatasi flu dan pilek (teh dan perasan lemon), menjaga kesehatan tulang dan sendi, mengatasi stress.

Teh dikelompokkan berdasarkan tingkat oksidasi, yaitu Teh Hijau, Teh Hitam/Teh Merah, Teh Olong

dan Teh Putih. Walau sama-sama dari Camellia sinensis, yang membedakan adalah pada proses oksidasinya yaitu penambahan oksigen ke dalam daun teh yang telah dipetik sehingga menimbulkan warna kecoklatan.

Teh Hijau, cara mengolahnya yaitu daun yang telah dipetik langsung diproses, setelah daun

atau hawa panas.

Teh Hitam /Teh Merah, daun teh yang telah dipetik akan dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan.

Teh Olong, daun teh setelah dipetik, hanya dibiarkan teroksidasi setengah saja (antara oksidasi teh hijau dan teh hitam) biasanya memakan waktu 2-3 hari.

Teh putih, dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kafeina; https://id.wikipedia.org/wiki/Teh; doktersehat.com

Yuli Hapsari
Yuli H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − 2 =