ISTANA SIAK SRI INDERAPURA

Istana Siak Sri Inderapura telah berusia lebih dari 100 tahun namun masih terlihat megah. Dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifudin pada tahun 1899. Istana tersebut berada di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, sekitar 3 jam perjalanan dengan mobil dari Kota Pekanbaru.

Dokumen Pribadi

Kesultanan Siak Sri Inderapura adalah kerajaan Melayu, didirikan pada tahun 1723 di Buantan oleh Raja Kecil dari Pagaruyung bergelar Sultan Abdul Jalil.

Sebelumnya Sultan Abdul Jalil pada tahun 1718 menguasai Kesultanan Johor sekaligus mengukuhkan diri menjadi Sultan Johor, namun pada tahun 1722 Raja Sulaiman menuntut hak atas Johor sehingga Sultan Abdul Jalil meninggalkan Johor dan membangun Siak Sri Inderapura.

Kesultanan Siak berkembang menjadi kerajaan bahari yang kuat di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya, bahkan jangkauannya sampai ke Sambas Kalimantan Barat. Adanya pertikaian internal Siak dan persaingan Inggris dan Belanda dalam penguasaan jalur Selat Malaka, melemahkan pengaruh kesultanan Siak atas wilayah yang dikuasainya.

Sultan Siak terakhir adalah Sultan Syarif Kasim II. Seiring dengan kemerdekaan Indonesia, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dokumen Pribadi

Beberapa peninggalan masih terawat baik, salah satunya Komet, sejenis gramaphone; piringannya terbuat dari baja berisi musik klasik seperti Beethoven, Mozart, dan Strauss.

Alat musik komet tingginya 3 m, lebar 90 cm dan piringan baja beratnya mencapai 5 kg. (Dok pribadi)

Komet buatan Jerman, saat ini hanya ada 2 di dunia, satu di istana Siak yang masih dapat berfungsi dengan baik dan satunya lagi berada di Jerman.
Komet dibawa oleh Sultan Siak ke-11 bernama Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil, dari lawatannya ke Eropa.

Sumber: Istana Siak Sri Inderapura, https://news.detik.com

Yuli Hapsari
Yuli H

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 2 =