BULAN

Jika mendengar rayuan “Wajahmu seperti Bulan“, akankah merasa tersanjung?

Foto: Grolier, Pustaka Pengetahuan Modern Bintang dan Planet.

Jika diperhatikan, wajah bulan tidak mulus, datarannya dipenuhi ribuan kawah sedangkan daerah lembah awalnya diperkirakan laut. Ternyata air tidak bisa bertahan di bulan karena disaat terkena radiasi matahari, air akan terurai melalui proses fotodisosiasi (pemecahan uap air oleh cahaya ultraviolet yang akan menghasilkan hidrogen bebas serta oksigen) dan lenyap di angkasa.  

Pada tahun 2008, Wahana Chandrayaan-1 milik India, mengonfirmasi adanya keberadaan air es di permukaan bulan dengan menggunakan Moon Mineralogy Mapper; dan penelitian masih terus berlanjut.

Bulan memiliki atmosfer yang sangat renggang, bahkan hampir hampa. Gaya tarik gravitasi bulan seperenam dari gaya tarik bumi sehingga terlalu lemah untuk mengikat angkasa.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Ailurophobia

 Dengan tidak adanya angkasa, maka Bulan tidak dapat melindungi jatuhnya meteor yang antara lain menyebabkan terbentuknya kawah di permukaan bulan. Juga tidak adanya angkasa yang membuat bayangan di bulan sangat pekat.

 Gaya tarik gravitasi bulan dapat menarik air laut di bumi sehingga menimbulkan pasang surut, pasang tertinggi terjadi pada saat bulan baru dan pada saat bulan purnama.

Pada siang hari suhu pada permukaan Bulan mencapai 100 derajat Celcius, dan malam hari turun menjadi 150 derajat dibawah nol.  

Masa revolusi bulan mengelilingi bumi sama dengan masa rotasi bulan pada porosnya; itulah sebabnya wajah bulan yang tampak dari bumi selalu sama. 

Bumi dan bulan, keduanya berevolusi mengelilingi Matahari. Selama pergerakannya sudut antara matahari, bulan dan bumi selalu berubah.

 

Saat letak bulan dekat dengan matahari, itulah saat bulan baru/sabit, fase terus berubah sampai akhirnya bulan purnama selanjutnya mengecil kembali.

 Peristiwa gerhana terjadi ketika matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Disebut gerhana matahari ketika bulan berada di antara matahari dan bumi dan disebut gerhana bulan jika bumi tepat berada di antara matahari dan bulan.

 Pada tanggal 21 Juli 1969,  Neil Armstrong dan Edwin “Buzz” Aldrin dari Amerika dalam misi Apolo 11, menjadi manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan.

 Masihkah anda merasa tersanjung jika mendengar rayuan “Wajahmu seperti Bulan”?

Sumber : Grolier- Pustaka Pengetahuan Modern Bintang dan Planet. https://id.wikipedia.org/wiki/Bulan

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + five =