BATU MULIA

Dok. Pribadi

Batu mulia atau batu permata banyak diburu oleh kolektor. Jika sesuai dengan keinginannya, harga tidak menjadi masalah.

Batu mulia sebelum diolah awalnya adalah bebatuan, pada umumnya mengacu pada mineral, yaitu zat padat anorganik yang terjadi secara alami dan memiliki komposisi kimia tertentu. Tetapi ada juga yang berasal dari organik seperti Mutiara, Koral dan Amber.

Batu mulia merupakan mineral dengan ciri-ciri fisik tertentu seperti skala kekerasan, warna dan pemotongan, yang mempunyai harga dalam perdagangan perhiasan.

Baca Juga: BULAN

Skala kekerasan batu yaitu daya tahan batu terhadap abrasi atau goresan. Ahli mineral dari Wina bernama Friedrich Mohs (1773–1839) mengembangkan skala kekerasan terhadap goresan, yang dikenal dengan Skala Kekerasan Mohs:

  1. Talkum, dapat dihancurkan dengan kuku

  2. Gipsum, dapat ditoreh dengan kuku

  3. Kalsit, dapat ditoreh dengan uang tembaga

  4. Fluorit, dapat ditoreh dengan kaca

  5. Apatit, dapat ditoreh dengan pisau saku

  6. Felspar, dapat ditoreh dengan kwarsa

  7. Kwarsa, dapat ditoreh dengan kikir baja

  8. Topas, dapat ditoreh dengan korundum

  9. Korundum, dapat ditoreh dengan berlian

  10. Berlian, dapat ditoreh dengan berlian

Sumber: http://www.lintasgayo.com/51424/berburu-batu-mulia-gayo-harganya-mencapai-jutaan-rupiah.html

Jika batu mulia diterawang pada cahaya akan terlihat sinar atau warna. Ada yang tembus cahaya seperti batu bulan namun ada yang tidak tembus cahaya seperti batu akik dan Lapis Lazuli. Ada yang cahayanya terserap sehingga batu terlihat hitam karena turmalin hitam, ada pula yang berubah warna karena ketidakteraturan dalam struktur kristal yang digolongkan sebagai inklusi (adanya interior pada batu seperti serat, merupakan materi yang terperangkap dalam mineral selama pembentukannya).

Pemotongan batu atau Cutting yaitu bagaimana batuan dipotong. Jika sudutnya tepat dapat terlihat refleksi cahaya.

Ada 3 jenis pemotongan batu, yaitu:

Facet cut atau potongan sisi, untuk batu transparan dapat memainkan warna dengan baik seperti pada Berlian.

Plain cut atau potongan biasa untuk batu akik dan bebatuan inklusi dimana bagian bawah batu dipotong mendatar sementara atasnya melengkung.

Mixed cut atau potongan campuran yaitu bagian atas dipotong mendatar dan bawahnya dibuat sisi-sisi.

Baca Juga: Android Warning: Aplikasi di Google Play Store mengandung Malware ?

Sebagai perhiasan, “batu mulia” atau batu akik, ada yang batu asli, ada yang imitasi, dan ada pula yang sintetis.

Batu Imitasi dibuat dengan menggabungkan satu bagian batu alam dengan materi lain seperti kaca atau kertas perak.

Batu Sintetik adalah bebatuan yang memiliki struktur dan kimia yang sama dengan bebatuan alam, kemudian melalui proses percampuran dan materi kasar dicairkan dalam suhu 738 derajat Celcius. Tetesan batu ini akan jatuh kemudian melalui proses kristalisasi membentuk bulatan berbentuk buah pir.

Dari kunjungan ke pusat penjualan batu mulia, banyak sekali jenis batu yang diperdagangkan; yang menjadi favorit Safir, Zamrud, Black Opal (Kalimaya), Topaz, Bacan hijau, dan Akik Sungai Dareh.

Selain untuk perhiasan, ternyata batu mulia oleh sebagian orang dipercaya mempunyai khasiat. Batu dipercaya dapat menenangkan hati yang sedang galau, atau membuat percaya diri. Semua itu kembali kepada si pemakai.

Jika berminat membeli batu mulia khususnya yang harganya mahal, sebaiknya dilakukan cek batu terlebih dahulu di laboratorium Gemstone yang saat ini sudah ada diberbagai tempat.

Sumber : Pamela Louise Chase dan Jonathan Pawlik.-Penyembuhan Alternatif dengan Batu Mulia http://adegems.com, Pasar Rawa Bening – Jakarta Gems Center.

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + three =