BANTEN GIRANG

Banten Girang adalah pusat kerajaan, lokasinya berada di Serang, Banten, di tepi Sungai Cibanten yang pada masa tersebut menjadi jalur transportasi menghubungkan wilayah pesisir dan pedalaman. Banten Girang mempunyai arti Banten Hulu.

Situs Banten Girang dapat ditemui di Kampung Telaya, Desa Sempu, Kecamatan Serang, Kabupaten serang, Banten (Foto-foto dokumentasi pribadi)

Berdasarkan penelitian Claude Guillot pada tahun 1988-1992, Situs Banten Girang diperkirakan dari abad ke-10, mencapai puncaknya pada abad 13-14 M dan merupakan Situs pemukiman. Penafsiran berdasarkan temuan struktur pertahanan yang berbentuk parit dan dinding tanah dengan pola tidak teratur. Adapun periodisasi mengacu pada keramik asing, keramik lokal, pecahan prasasti, benda-benda logam,mata uang sisa hewan, batu-batuan dan manik-manik yang ditemukan.

Bapak Abduh Hasan, penanggungjawab situs, menyampaikan bahwa Banten Girang merupakan awal Kerajaan Banten yang sebelumnya bernama Kerajaan Sunda Wahanten. Kerajaan ini didirikan oleh Prabu Jaya Bupati disebut juga Prabu Saka Domas, memerintah tahun 932 sampai 1016 M. Karena sering mendapat ancaman dari Kerajaan Sriwijaya, pusat kerajaan dipindah ke Citatih Sukabumi, dengan mendirikan kerajaan kecil.

Pada perkembangan selanjutnya Sultan Trenggono dari Kerajaan Demak menguasai Banten pada tahun 1526, dan mengangkat Maulana Hasanudin menjadi penguasa Banten. Pusat kerajaan kemudian dipindah ke Surosowan (Banten Pesisir) pada 1 Muharam bertepatan pada tanggal 8 Oktober 1526 .

Di Desa Kabayanan di tepi Sungai Cibanten terdapat gua dengan 2 pintu setinggi 90 cm yang menyatu di dalam dan terdapat 3 ruang kamar untuk bersemedi.
Bapak Abduh Hasan, berada di ruangan makam Masjong-Agusju, orang pertama masuk islam di Banten.

Baca Juga: Semarak Imlek di Kampung Cina

 

Bapak Abduh Hasan mengatakan dahulu luas situs sekitar 8 ha, saat ini menyempit karena pemukiman penduduk. Namun masih bisa disaksikan peninggalan berupa punden berundak, pecahan gerabah dan keramik, pecahan tembikar, goa, dan makam Masjong-Agusju.

 

 

Sumber : Situs Sejarah Banten Girang
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/situs-banten-girang/
https://www.gurupendidikan.co.id/kerajaan-banten-sejarah-raja-peninggalan-serta-masa-kejayaannya

Yuli Hapsari
Yuli S

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − 1 =