API ABADI MRAPEN

 

Api Abadi Mrapen, berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Lokasi mudah dijangkau, di tepi jalan raya Semarang- Purwodadi. Di area tersebut selain api abadi ada pula kolam dengan air bergolak seperti mendidih dan Batu Bobot.

Menurut cerita secara turun temurun, ke tiganya berkaitan pada masa berakhirnya Kerajaan Majapahit yang ditaklukkan oleh Kesultanan Demak sekitar tahun 1478. Sultan Demak berupaya memindahkan warisan Kerajaan Majapahit ke Demak. Pemindahan dilakukan oleh Sunan Kalijaga.

API ABADI

Sunan Kalijaga bersama rombongan membawa barang dari Majapahit menuju Demak, di perjalanan para prajuritnya kelelahan. Mereka mencari mata air untuk minum namun tidak dapat ditemukan.

 

Kemudian Sunan Kalijaga menuju suatu lokasi yang terbuka, ditancapkan tongkatnya ke tanah dan dari lubang tongkat, menyembur api.

Api tersebut dipercaya sebagai sumber api Abadi Mrapen.

Apinya pernah menjadi sumber bagi obor pesta olah raga Ganefo I tahun 1963, Pekan Olah Raga Nasional dan kegiatan lainnya.

Baca Juga: CIBULAN KUNINGAN

Sunan Kalijaga bersama rombongan membawa barang dari Majapahit menuju Demak, di perjalanan para prajuritnya kelelahan. Mereka mencari mata air untuk minum namun tidak dapat ditemukan. Kemudian Sunan Kalijaga menuju suatu lokasi yang terbuka, ditancapkan tongkatnya ke tanah dan dari lubang tongkat, menyembur api. Api tersebut dipercaya sebagai sumber api Abadi Mrapen.

Apinya pernah menjadi sumber bagi obor pesta olah raga Ganefo I tahun 1963, Pekan Olah Raga Nasional dan kegiatan lainnya.

 

Sendang Dudo

Untuk mendapatkan air minum, Sunan Kalijaga kembali menancapkan tongkatnya pada tanah tidak jauh dari semburan api dan dari lubang tongkat keluar semburan air jernih yang dapat diminum para prajuritnya. Semburan air ini menjadi Sendang Dudo. Air yang bergelembung seakan mendidih, tidak panas, apabila disulut api dapat menyala.

Baca Juga: Semarak Imlek di Kampung Cina

Batu Bobot berada di dalam ruangan tertutup. Konon siapa yang dapat mengangkatnya, dapat tercapai keinginannya.

Setelah selesai beristirahat rombongan segera berangkat menuju Demak, namun ada satu benda peninggalan Majapahit yang ditinggal di lokasi yaitu batu umpak (alas pendopo). Sunan Kalijaga berwasiat agar batu umpak ditinggalkan karena pada suatu waktu akan berguna.

Saat ini batu umpak atau disebut batu bobot berada di dalam bangunan yang terkunci.

Sumber: Api Abadi Mrapen.

Yuli Hapsari
Yuli S