CANDI SUKUH

Candi Sukuh bentuknya trapesium dan mirip candi peninggalan suku Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru.

Candi berada di Dusun Sukuh, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, di Lereng Gunung Lawu. Diperkirakan candi dibangun pada masa Suhita menjadi Raja Majapahit tahun 1429-1446 M.

Candi Sukuh mendapat julukan last temple karena merupakan peninggalan umat Hindu yang terakhir pada zaman Majapahit.

 

Latar belakang, candi induk (Foto-foto, Dok. pribadi).

Bentuk piramida atasnya terpotong melambangkan Gunung Mandaragiri yang diambil puncaknya untuk mengaduk-aduk lautan mencari Tirta Amerta.

Baca Juga: CIBULAN KUNINGAN

Candi Sukuh berbentuk bangunan teras berundak dengan jumlah tiga teras halaman.

 

Pintu gerbang Candi Sukuh.

Pada teras pertama, gapura utama ada candrasangkala yang dalam bahasa Indonesia adalah “sang raksasa memangsa manusia”. Kata-kata ini memiliki makna 9, 5, 3, dan 1. Jika dibalik maka menjadi 1359 atau tahun 1437 M, tahun penyelesaian candi.

Pada teras kedua tidak terlalu luas, kondisi gapura sudah rusak, tidak terdapat arca maupun relief.

Teras ketiga candi berupa pelataran luas, terdapat berbagai arca diantaranya: tiga arca manusia bersayap, berkepala garuda dengan sayap membentang, hanya satu arca masih utuh. Merupakan bagian dari cerita pencarian Tirta Amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Adiparwa, kitab pertama Mahabharata.

Baca Juga: API ABADI MRAPEN

Ada pahatan batu cuplikan kisah Garudheya, yaitu putra Dewi Winata mendapatkan Tirta Amerta yang menjadi syarat untuk meruwat ibunya.

Ada pula panel-panel batu berjajar, memuat relief cerita dari Kidung Sudamala, yaitu tentang Sadhewa, satria Pandawa yang berhasil meruwat Dewi Uma dari kutukan suaminya yaitu Bathara Guru.

Ada pula tiga patung kura-kura yang melambangkan dunia bawah, yakni dasar gunung Mahameru. Bentuk kura-kura ini menyerupai meja, kemungkinan di desain sebagai tempat menaruh sesajian.

Diduga Candi Sukuh dibangun untuk tujuan pengruwatan atau menghilangkan kekuatan buruk yang mempengaruhi kehidupan seseorang dengan ciri-ciri tertentu. Di Candi Sukuh banyak terdapat relief yang bernada seksual, itu mengandung makna sudah sepantasnya manusia yang hendak beribadah meninggalkan hal-hal duniawi.

Sumber : candi Sukuh, https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Sukuh,

http://candi.perpusnas.go.id/temples/deskripsi-jawa_tengah-candi_sukuh

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 6 =