DE TJOLOMADOE

De Tjolomadoe, berada di Jl. Adi Sucipto, dekat Bandara Adi Soemarmo, Karanganyar, Jawa Tengah. Awalnya merupakan Pabrik Gula Tjolomadoe yang dibangun tahun 1861, direvitalisasi menjadi tempat wisata dan kawasan komersial .

Saat ini berfungsi sebagai culture center, convention dan comercial area dengan tetap mempertahankan kekayaan historikal yang ada.

Terdapat stasiun-stasiun di dalam pabrik, yang dahulu berfungsi sebagai:

  • Stasiun Gilingan fungsinya untuk memerah cacahan tebu
  • Stasiun karbonatasi untuk proses karbonatasi dan kristalisasi
  • Stasiun Ketelan untuk menghasilkan uap sebagai tenaga penggerak mesin
  • Stasiun penguapan, untuk mengurangi kadar air pada nira encer.

Baca Juga: CANDI SUKUH

Stasiun Karbonatasi
Stasiun penguapan saat ini
Stasiun gilingan

K.G.P.A.A.Mangkoenagoro IV, pada tanggal 8 Desember tahun 1861, meletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan pabrik gula di Karanganyar.

Diperintahkan kepada R. Kampf seorang ahli berkebangsaan Jerman untuk pembangunan pabrik. Peralatan pabrik didatangkan dari Eropa.

Baca Juga: API ABADI MRAPEN

Biaya pembangunan mencapai 400.000 Gulden, modalnya berasal dari hasil usaha Mangkunegaran, antara lain dari perkebunan kopi.

K.G.P.A.A.Mangkoenagoro IV

Nama Tjolomadoe mempunyai arti gunung madu, dengan harapan menjadi simpanan kekayaan dalam bentuk gula pasir yang menyerupai gunung.

Gula dipasarkan untuk wilayah lokal, sampai Singapura. Kehadiran Tjolomadoe diulas dalam Harian De Locomotief, sebagai pabrik gula modern dan mendapat kunjungan dari berbagai kalangan.

Pada masa K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VII, tahun 1928, pabrik mengalami perombakan arsitektur dan perluasan area lahan tebu, yang kemudian menjadi pabrik gula terbesar di Asia Tenggara.

sumber: deTjolomadoe, https://puromangkunegaran.com/sejarah-pabrik-gula-colomadu-awal-pembangunan-pabrik-gula-colomadu/

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + fifteen =