BENTENG UJUNG PANDANG – FORT ROTTERDAM

Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo, berada di tepi pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Benteng dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna untuk pertahanan dalam menghadapi VOC.

Pada awalnya benteng dibangun berbahan dasar tanah liat. Bangunan dalam benteng masih dalam bentuk sederhana seperti rumah-rumah panggung bertiang kayu, berdinding bambu dengan atap daun nipah yang ditempati oleh prajurit dan bangsawan Kerajaan Gowa.

Baca Juga: ASAL-USUL KOTA PONTIANAK

(Dokumentasi pribadi)

Pembangunannya dilanjutkan oleh Raja Gowa ke-10, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng dengan menambahkan batu karang dan tanah liat pada dinding benteng.

Selanjutnya Raja Gowa ke-14, I Mangarangi Daeng Manrabia Sultan Alauddin Tumenanga ri Gaukanna memperkuat struktur dinding dengan susunan bata dan batu yang dibentuk persegi empat.

Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653-1669), benteng menjadi pusat kekuatan perang menghadapi Belanda. Namun Belanda dapat merebut Kerajaan Gowa dengan Perjanjian Bungaya 1667. Benteng-benteng yang dimiliki Gowa dihancurkan, kecuali Benteng Somba Opu dan Benteng Ujung Pandang.

Bentuk Fort Roterdam menyerupai kura-kura (Dokumentasi pribadi)

Baca Juga: LEMBAGA EIJKMAN

Benteng Ujung Pandang dikuasai Belanda, diganti namanya menjadi Fort Rotterdam. Struktur dan disain benteng dirombak dengan menambah lima bastion, di sisi timur bastion Amboina, dan Mandarsyah sedangkan di sisi barat bastion Bacan, Bone dan Buton. Bentuknya seperti kura-kura, warga Makasar menyebutnya Benteng Panyyua.

Nama Rotterdam dipilih karena kota kelahiran Cornelis Speelman, pemimpin perang Belanda yang menaklukan Kerajaan Gowa.

Gereja di tengah-tengah area dalam benteng (Dokumentasi pribadi)

Di dalam benteng terdapat bangunan, di antaranya tempat tinggal Cornelis Speelman, tempat tinggal pimpinan perdagangan dan pendeta, wisma tamu, rumah sakit, wisma tentara, dll.

Fort Rotterdam berfungsi sebagai markas komando pertahanan, pusat perdagangan, pusat pemerintahan dan pemukiman pejabat-pejabat Belanda serta tahanan.

Fort Rotterdam menjadi tempat penahanan Pangeran Diponegoro pada tahun 1834-1855.

Sumber : Fort Rotterdam, https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/benteng-ujungpandang/

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − one =