BENTENG VREDEBURG

Benteng Vredeburg yang mempunyai arti Benteng Perdamaian berada tidak jauh dari Pasar Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta. Letaknya berhadapan dengan Gedung Agung, yang dahulu merupakan Kantor Residen.

Pintu gerbang utama sisi barat terdiri dari dua lantai, pada periode tahun 1765-1830 lantai atas digunakan sebagai kantor komando (Foto-foto: Dokumentasi Pribadi)

Berdirinya Benteng Vredeburg berkaitan dengan berdirinya Kesultanan Yogyakarta tahun 1755, dengan rajanya Sultan Hamengku Buwono I.

Pihak Belanda merasa khawatir melihat kemajuan pesat Kesultanan Yogyakarta sehingga meminta izin kepada Sultan untuk mendirikan benteng dengan alasan untuk menjaga keamanan keraton dan sekitarnya. Namun letak benteng yang dekat dengan keraton, maka fungsi benteng juga untuk mengawasi setiap tindakan yang dilakukan pihak keraton

Baca Juga: GEDONG TINGGI

Benteng didirikan tahun 1760 dengan nama Benteng Rustenburg yang berarti Benteng Peristirahatan. Pada saat itu masih sederhana, bertembok tanah dengan penyangga dari kayu pohon kelapa dan kayu aren serta atapnya dari rumput ilalang. Di sekeliling benteng terdapat parit dan pada keempat sudutnya terdapat menara pengawas atau bastion.

Tahun 1767 benteng dibangun permanen dengan pengawasan dari ahli bangunan bernama Ir. Frans Haak dan selesai tahun 1787. Ketika terjadi gempa bumi, benteng mengalami kerusakan dan benteng diperbaiki dan nama benteng diubah menjadi Benteng Vredeburg yang artinya Benteng Perdamaian.

Dibelakang pintu gerbang terdapat bangunan Pengapit sisi Utara dan Pengapit sisi Selatan. Jika terdapat tawanan keraton yang berpangkat tinggi, bangunan ini dimanfaatkan sebagai sel tahanan.

Di dalam benteng terdapat rumah perwira, asrama prajurit, ruang tahanan, wisma tamu. Pada saat itu dihuni sekitar 500 orang termasuk petugas medis dan paramedis. Benteng juga dipergunakan sebagai tempat perlindungan para residen yang sedang bertugas di Yogyakarta.

Baca Juga: BENTENG UJUNG PANDANG – FORT ROTTERDAM

Lantai atas sebagai barak prajurit dan di lantai bawah penyimpanan senjata ringan
Bangunan ini berfungsi sebagai ruang tahanan

Dengan berjalannya waktu, Benteng Vredeburg berganti-ganti fungsi.

Di masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945, menjadi Markas Tentara Jepang dan sebagai tempat penahanan tawanan yang menentang Jepang.

Di masa awal kemerdekaan difungsikan sebagai markas tentara RI, menjadi gudang perbekalan senjata dan rumah sakit tentara untuk korban pertempuran. Selanjutnya dipergunakan oleh berbagai instansi.

Pada tanggal 28 Oktober 1998 diresmikan sebagai Museum Benteng Yogyakarta oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Prof.Dr. Edi Sedyawati.

Kondisi Benteng Vredeburg saat ini sangat terawat dan banyak dikunjungi wisatawan maupun pelajar.

Sumber: Museum Benteng Yogyakarta,

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × five =