Riwayatmu Kini

Masalah korespondensi atau surat menyurat saat ini bukanlah hal yang sulit lagi. Tanpa harus keluar rumah, kita sudah bisa mengirimkannya lewat alamat email, sms atau pesan pendek, juga whatsapp yang kesemuanya itu bisa kita dapatkan di telepon genggam kita sendiri. Cukup mudah bukan?

Tapi bagaimana pada waktu fasilitas itu belum tersedia ?

Sewaktu masih duduk di bangku SMA, saya mempunyai hobi surat menyurat. Sahabat pena yang saya miliki tersebar hampir di setengah jumlah provinsi di Indonesia, bahkan ada satu yang tinggal di Jepang.

Baca Juga: Lukisan dari Kotoran Sapi

Kebetulan waktu itu saya berlangganan majalah remaja, dan ada satu rubrik “Sahabat Pena” namanya. Persyaratan yang diajukan sangatlah mudah, cukup mengirimkan foto ukuran 3 x 4 beserta data diri singkat kita seperti nama, alamat, hobi, juga cita-cita. Dan saya menjadi anggota rubrik tersebut.

Sejak menjadi anggota “Sahabat Pena” mulailah banyak mempunyai teman. Dalam satu bulan, bisa lima kali saya mengunjungi Kantor Pos. Padahal jarak Kantor Pos yang terdekat dengan rumah, sekitar tiga kilometer, itu pun ditempuh dengan menggunakan becak.

Begitu juga ketika hendak memasuki dunia kerja, manfaat Kantor Pos sangatlah terasa. Beratus-ratus surat lamaran saya kirimkan melalui pos.

Tapi saat ini dengan makin berkembangnya teknologi, banyak pilihan fasilitas yang memudahkan orang untuk melakukan aktifitas surat menyurat, baik surat formal ataupun hanya sekedar berkirim kabar kepada teman terdekat.

Dan…secara perlahan, keberadaan Kantor Pos pun mulai dilupakan.

Ella Irawan
Ella I