Mau Tahu Sejarah Ditemukannya Keju?

 

Ada orang yang sejak kecil tidak suka minum susu, tetapi bisa menghabiskan satu potong kue keju, padahal keju dibuat dari susu. Mengapa ya? Katanya kue keju tidak ada rasa susu.

Koleksi pribadi

Pada kenyataannya keju dibuat dari susu, namun keju sudah merupakan hasil pemisahan zat-zat padat pada susu, melalui proses pengentalan (koagulasi) dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet dan masih diproses lagi dalam berbagai cara.

Pada umumnya keju dibuat dari susu sapi, namun ada pula dari susu kambing, domba, dan lainnya. Variasi produk keju ditentukan tipe susu, metode pengentalan, temperatur dll. Keju memiliki hampir semua kandungan nutrisi pada susu, seperti vitamin, mineral, protein, kalisum, fosfor, dan lemak.

 

Jika dikonsumsi berlebihan hati-hati ya, kolesterol bisa naik.

Baca Juga: Pengaruh Musik Terhadap Keju

Keju ditemukan secara tidak sengaja. Beberapa kisah diantaranya:

Pada masa prasejarah ketika masyarakatnya mulai beternak, mereka mengonsumsi susu kambing, domba maupun sapi. Mereka terkejut ketika susu yang diletakkan dalam bejana menjadi asam dan kental karena terkena panas matahari maupun panas api. Ketika dicicipi ternyata masih dapat dimakan. Itulah ditemukannya keju krim asam (sour cream cheese).

Sebuah legenda menceritakan pemburu yang membedah perut anak sapi, menemukan sesuatu berwarna putih dan dicicipi ternyata enak rasanya. Adanya enzim rennet di dalam perut sapi menyebabkan susu menjadi kental, itulah yang disebut keju.

Kisah lainnya, pengembara Arab di Timur Tengah mengendarai kuda di padang pasir, membawa susu di pelana. Setelah beberapa lama susu berubah warna menjadi pucat dan gumpalan putih, namun rasanya enak. Setelah diamati, tempat penyimpanan susu terbuat dari perut sapi atau kambing, dalam cuaca yang panas dan terguncang-guncang, mengubah air susu tersebut. Kemudian orang-orang mulai menggunakan perut binatang yang memiliki enzim rennet untuk membuat keju.

 

Dalam mitologi Yunani kuno sudah menyebutkan tentang keju dimana Aristeus sebagai penemu keju dan dalam Odyssey yang ditulis Homer (800 SM) mengatakan bahwa Cyclops membuat keju dengan menggunakan susu domba dan kambing.

Baca Juga: Persiapan Menjelang Bulan Ramadhan

Keju dari susu kambing menjadi komoditas yang penting di Yunani dan dipercaya keju tersebut membuat perwira lebih kuat. Hippocrates menggunakan keju untuk mengatasi peradangan dan keju sebagai persembahan bagi dewa-dewa.

Pada tahun 77 M, berdasarkan buku Historia Naturalis karya Pliny menyebutkan Cantal yaitu keju yang terbuat dari susu sapi, diberi nama sesuai nama pegunungan Cantal di Auvergne. Keju dibuat dengan memasukkan dadih (semacam susu fermentasi) ke dalam formage (silinder kayu) kemungkinan hal ini asal mula kata keju dalam bahasa Perancis dan Italia yaitu Fromage dan Formaggio.

Berbagai jenis keju yang kita temui sekarang berawal dari Romawi, mereka yang pertama kali melakukan proses pematangan dan penyimpanan keju serta mengembangkannya. Rumah-rumah besar memiliki dapur keju terpisah yang disebut Caseale dan ada area khusus untuk keju dimatangkan. Pada masa kekaisaran Romawi disebarkan tekhnik pembuatan keju yang seragam di seluruh Eropa, namun dengan kejatuhan kekaisaran Romawi, daerah-daerah mengembangkan tekhnik yang berbeda-beda.

Pada perkembangannya berbagai keju dibuat, diantaranya Chedar pada tahun 1500, Parmesan tahun 1597, Gouda tahun 1697, dan Camembert tahun 1791.

Pabrik pertama yang memproduksi keju dibuka pada tahun 1815 di Swiss. Tahun 1851 didirikan pabrik keju di Amerika Serikat oleh Jesse Williams di Oneida County, New York.

Pada abad ke- 19 Ferdinand Cohn merupakan orang pertama yang menemukan proses pematangan keju diarahkan oleh mikro organisme. Setelah itu banyak riset yang dilakukan dalam proses pembuatan keju. Saat ini negara-negara penghasil keju terbesar dunia adalah: Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Italia, dan Belanda.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia sudah banyak yang memproduksi keju, seperti Keju Indrakila di Boyolali, Jawa Tengah, memproduksi keju jenis Boyobert dari kata Boyolali Camembert; di Sukabumi Keju Natur memproduksi keju jenis gouda; di Lembang Bandung dengan produk keju Mozzarella.

Keju-keju tersebut diolah menjadi makanan yang lezat yang saat ini mudah ditemui di mal-mal dan tempat pariwisata.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Keju
https://food.detik.com/info-kuliner/d-4472066/dari-boyolali-hingga-sukabumi-ini-produk-keju-lokal-asli-indonesia
https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/lia-faiqotul-muniroh/5-negara-penghasil-keju-terbesar-di-dunia-tahun-2018-c1c2/full, http://www.sejarahdk.com/2016/07/sejarah-dan-perkembangan-pembuatan-keju.html

Yuli Hapsari
Yuli S