Strategi Menghadapi Bulan Ramadhan bagi Ibu Rumah Tangga

Ramadhan segera tiba, bulan yang telah dinanti-nantikan dan disambut dengan penuh suka cita oleh umat Islam. Sudah pasti di bulan yang penuh berkah ini, Ibu mempunyai peranan yang lebih dominan. Mulai dari menyusun menu, menyiapkan makan sahur dan berbuka, yang paling dipusingkan bila harga bahan-bahan makanan naik.

Lalu strategi apa yang harus dimiliki seorang ibu menghadapi lonjakan harga di bulan puasa ini?

1. Menyusun Menu

Ig diary.notes

Hampir sebagian Ibu merasa stress karena kehabisan ide di minggu kedua. Coba libatkan anggota keluarga dalam pemilihan menu, tidak perlu mewah, yang peting terpenuhinya asupan gizi.

2. Kreatif

Seorang ibu harus mempunyai pemikiran yang kreatif. Misalnya sisa ayam goreng di waktu sahur masih bisa juga tetap disajikan pada saat buka puasa. Caranya sisa ayam goreng itu dipotong kecil-kecil lalu dijadikan campuran untuk oseng-oseng sayuran atau mie goreng.

Baca Juga: Mengatur Keuangan Selama Ramadhan

3. Siapkan Stok Makanan Mentah

Ig tokokulucu

Jenis makanan yang tahan di freezer, contohnya adalah daging, ikan, ayam.

Setelah dibersihkan, kelompokkan masing-masing dalam wadah berbeda yang kedap udara. Ketahanan dari masing-masing berbeda-beda, untuk ikan ada yang tahan 1 hingga 2 bulan, daging bisa tahan hingga 6 bulan, sedangkan ayam konon bisa bertahan hingga satu tahun.

Sedangkan untuk sayuran, cukup membeli untuk 3 hari saja, karena sayuran segar lebih enak untuk kita konsumsi. Bungkus dengan kertas sebelum disimpan, tapi jangan dicuci karena akan membuat sayur menjadi cepat membusuk.

Yang tidak kalah penting adalah jangan lupa memperhatikan kondisi kesehatan diri sendiri, karena selama bulan puasa jam tidur pasti berkurang. Usahakanlah untuk sejenak beristirahat di sela-sela waktu kosong

Ella Irawan
Ella I