Tradisi Membangunkan Sahur

Ig nih_ichan

Kemeriahan di bulan Ramadhan bukan hanya saat berbuka puasa saja, tetapi juga pada waktu sahur.

Tadisi membangunkan sahur tiap-tiap daerah sangat beraneka ragam, bahkan ada yang terkesan unik hingga hanya dapat ditemukan di Indonesia saja.

Apa sajakah?

1. Dengo-dengo

Adalah sebuah tradisi untuk membangunkan sahur dan shalat subuh di Bungku, ibu kota Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengo-dengo merupakan sebuah bangunan setinggi 15 meter yang terbuat dari batang bambu sebagai tiang penyangga dengan menggunakan lantai papan berukuran 3 x 3 meter dan beratapkan daun sagu.

Pada saat membangunkan sahur para penjaga Dengo-dengo menabuhkan gong dan gendang juga rebana sampai masyarakat terbangun.

Baca Juga: Jangan Biarkan Ibasah Puasa Kita Sia-sia

2. Bagarakan Sahur

Merupakan tradisi membangunkan sahur di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang konon tradisi ini sudah ada sejak munculnya Islam di tanah Banjar.

Tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun ini tidak hanya menggunakan alat besi tua tetapi juga ditambah dengan gendang, gong, dan seruling.

3. Thongtek

Adalah tradisi membangunkan sahur dengan cara berkeliling kampung di  Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dahulu dilakukan oleh para santri pondok pesantren yang diberi tugas untuk membangunkan sahur, tetapi sekarang masyarakat umum pun dapat ikut berpartisipasi pada kegiatan ini.

Kata Thongtek berasal dari kata thong, suara kentongan dan thek dari suara botol yang dipukul menggunakan batu.

Sumber : id.wikipedia.org

Ella Irawan
Ella I