Hari Lahir Purworejo

 

Kota-kota di Indonesia pada umumnya memiliki hari lahir, baik berdasarkan tanggal penetapannya atau berdasarkan tanggal peristiwa sejarah.

Penetapan berdasarkan peristiwa sejarah, untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi warganya, dalam partisipasinya mendukung pembangunan daerah dengan tetap memelihara nilai-nilai luhur budaya, semangat patriotisme serta jati diri.

Purworejo awalnya bernama Bagelen, mempunyai hari lahir tanggal 5 Oktober tahun 901 yang ditetapkan pada tanggal 5 Oktober 1994. Pemilihan tanggal tersebut berdasarkan prasasti Kayu Ara Hiwang yang ditemukan di Dukuh Boro Tengah di tepi Sungai Bogowonto atau Sungai Watukura di Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo.

Di dalam prasasti disebutkan bahwa Desa Kayu Ara Hiwang di wilayah Watuhuhang (awal nama Purworejo-Bagelen) ditetapkan menjadi sima (wilayah perdikan) oleh Rake Wanua Poh Dyah Sala, putra Sang Ratu Bajra bertanggal 5 Paro Gelap, Hari Senin Warukung, bulan Asuji, tahun 823 Saka atau 5 Oktober tahun 901 M. Sehingga Purworejo di tahun 2019 akan mencapai 1118 tahun.

Seiring dengan berjalannya waktu, dilakukan kajian sekitar empat tahun oleh ahli sejarah dari UGM, USM, Purworejo, hingga Inggris, maka hari lahir Purworejo yang sebelumnya jatuh pada 5 Oktober 901, diubah menjadi tanggal 27 Februari 1831. Hal tersebut ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo No:1 Tahun 2019 Tentang Perubahan dan Penetapan Hari Jadi.

Pendekatan hari jadi Purworejo menggunakan pendekatan etimologis yakni saat pertama kali kata Purworejo disampaikan secara resmi kepada masyarakat. Dari catatan pada Babad Kedung Kebo dalam Babad Mataram, kata Purworejo disampaikan pada 27 Februari 1831.

Sebagaimana dikutip dari detik.com, pernyataan dari sejarawan Purworejo, Atas Danu Subroto menyatakan bahwa Penggunaan kata Purworejo berkaitan dengan K.R.T. Tjakradjaja yang diangkat oleh Susuhunan Pakubuwono VI pada tahun 1828 menjadi tumenggung di wilayah tersebut.

Setelah resmi sebutan wilayah yang menjadi kewenangannya, maka diubah menjadi Purworejo.

K.R.T. Tjakradjaja berganti nama menjadi Raden Adipati Aryo Tjokronegoro, menjadi Bupati pertama Purworejo (1831-1856). Penggunaan nama Purworejo oleh R.A.A. Tjokronegoro, mempunyai arti agar kelak masyarakatnya menjadi mandiri, makmur, dan sejahtera.

Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4446614/hari-lahir-kabupaten-purworejo-kini-berubah-mengapa

https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang

https://www.banyuwangikab.go.id/profil/sejarah-singkat.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Penetapan_hari_jadi_Jakarta

http://purworejokedu.blogspot.co.id/2009/06/sejarah-i-tanah-purworejo.html?m=1

Yuli Hapsari