Sumber Garam dan Kegunaannya

Image Courtesy rawpixel.com

Dari mana saja sumber garam?

Garam dapat diperoleh dengan beberapa cara, yaitu dari penguapan air laut, dari sumur air garam, dari danau garam, dan ada pula dari penambangan batuan garam (rock salt).

Garam yang berasal dari olahan air laut, dikeringkan dengan sinar matahari, membentuk butiran kecil putih yang diproses sehingga layak dikonsumsi.

 

Kadar garam air laut berbeda-beda, rata-rata sekitar 3,5% artinya dalam satu liter air laut terdapat 35 gram garam. Namun ada air laut yang tawar seperti di timur Teluk Finlandia dan di utara Bothnia keduanya di Laut Baltik. Ada pula yang paling asin, di Laut Merah.

Baca Juga : Perjalanan Garam

Tidak semua negara yang memiliki panjang garis pantai bisa menjadi penghasil garam yang besar, sebagaimana Canada yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia (200.000 km) namun Kanada berada di peringkat ke-5 dalam daftar negara produsen garam dunia dari tambang garam di Kota Goderich, 533 meter di bawah tanah (economy.okezone.com)

Garam bisa didapat dari sumur air garam, seperti diberitakan laman Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur, bahwa di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, terdapat 14 sumur air asin, walaupun lokasinya jauh dari laut. Air dari sumur tersebut sudah digunakan sejak nenek moyang mereka hingga sekarang sebagai bahan baku proses produksi garam. Menurut masyarakat setempat garam tersebut mempunyai cita rasa dan aroma khas dan jika untuk memasak sayuran tidak mengubah warna hijaunya.

Danau garam merupakan perairan yang terkurung daratan yang memiliki konsentrasi garam (NaCL) dan mineral terlarut lainnya, sedangkan penambangan garam adalah usaha ekstraksi garam batu, garam ini ditambang selayaknya bahan tambang bebatuan.

Adanya garam di daratan bisa terjadi, karena di area tersebut pada zaman kuno pernah menjadi danau, sungai, atau laut yang kemudian mengering.

Kebutuhan akan garam untuk industri semakin meningkat. Berdasarkan data yang dikutip dari USGS (united States Geological Survey) total produksi garam di seluruh dunia sebanyak 255 juta metrik ton pada tahun 2016.

Menurut laman ekonomi.bisnis.com, Industri Chlor Alkali Plant (CAP) paling besar menggunakan garam industri. Industri CAP mengolah garam industri untuk memenuhi permintaan industri kertas dan petrokimia, selain itu bahan baku garam juga didistribusikan ke industri farmasi dan kosmetik serta industri aneka pangan. Oleh karenanya diperlukan impor garam untuk kebutuhan industri sedangkan garam untuk konsumsi masih akan dipenuhi oleh industri garam nasional.

Menurut Sekretaris Maritime Society, Agust Shalahuddin, garam industri adalah garam dengan kandungan NaCl yang tinggi, antara 95-97 persen. Pada industri kimia, garam adalah bahan baku dan bahan penolong namun bagi manusia, garam adalah penyedap makanan. (tribunews.com)

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Airlaut
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/09/19/20-kabupaten-sentra-produksi-garam-rakyat
http://kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=894&Itemid=97
https://www.facebook.com/notes/science-of-universe/kisah-garam-di-nusantara/413927670149/
http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/02/06/apa-itu-garam-industri-apa-bedanya-dengan-garam-konsumsi-ini-penjelasan-dari-maritime-society?page=2

Yuli Hapsari