Barista, sang peracik kopi?

Ketika sedang duduk menunggu pesanan minuman di coffee shop, saya memperhatikan beberapa orang dengan cekatan meracik minuman sesuai pesanan para tamu, mereka adalah barista.

 

Kata barista dari bahasa Itali mempunyai arti bartender yaitu orang yang menyajikan segala macam minuman, bukan hanya kopi. Dengan berkembangnya tren kopi ke Amerika dan Eropa, kata tersebut diadopsi menjadi barista, sementara di Italia sering disebut dengan baristi untuk laki-laki dan bariste untuk perempuan.

Barista bukan hanya sekedar menyeduh kopi saja tetapi telah terlatih secara profesional, sehingga mempunyai pengetahuan seluruh proses dari buah kopi sampai menjadi secangkir kopi yang nikmat.

 

Barista mengerti takaran, campuran untuk menyajikan espresso dan variasinya, selain itu barista bisa membuat pelanggannya akan selalu “merindukan” minuman kopi racikannya.

BACA JUGA : Espresso

Dalam pertemuan singkat dengan Andi, barista dari Liberica Coffee di Mal Kota Kasablanka, dijelaskan bahwa membuat minuman kopi dengan rasa strong atau medium, rasa manis atau pahit, ada caranya dengan menimbang berat bubuk kopi, jumlah air yang sesuai, dan waktu dalam pencampuran airnya.  

Sepertinya mudah ya, ternyata memerlukan ketelitian, kesabaran dan melakukannya dengan hati.

Pada umumnya barista bekerja di kedai kopi, coffee shop, atau bar kopi, dengan ketrampilannya dapat mengukur seberapa besar suhu dan tekanan yang diperlukan untuk membuat espresso, begitu pula menyiapkan minuman yang memakai campuran susu apakah itu cappucino, latte atau variasi keduanya. Pencampuran susu ke dalam espresso pun memerlukan ketrampilan apakah susunya harus di–froth, di-steam, atau di-foam kemudian diberi sentuhan latte art atau seni melukis di atas kopi.

Source : aplus.com Teknik lukisan ini dinamakan oleh Kangbin Lee (Korea) dengan istilah cremart. Lukisan pohon sakura di atas kopi dan karya pelukis Vincent Van Gogh berjudul “Starry Night”.

Popularitas minuman kopi di Indonesia kian meningkat, banyak berdiri kedai-kedai kopi di banyak kota. Hal ini tentunya memerlukan barista-barista profesional. Untuk menjadi barista, dapat mengikuti pelatihan meracik kopi yang saat ini telah ada di berbagai tempat.

 

Di banyak negara dunia yang memiliki kultur minum kopi, baristanya memiliki dedikasi dan profesional, dengan penghasilan yang menjanjikan. Dengan semaraknya kopi di berbagai negara, telah dilakukan kompetisi barista dunia, yang pertama diselenggarakan World Barista Championship (WBC) di Norwegia. Tahun-tahun berikutnya kompetisi diselenggarakan di negara-negara berbeda.

Sumber :

Liberica Coffe, mall kota kasablanka

https://majalah.ottencoffee.co.id/sekilas-tentang-barista/

https://majalah.ottencoffee.co.id/rahasia-barista-yang-belum-kamu-ketahui/

https://www.yukepo.com/hiburan/kreatif/para-barista-ini-menyajikan-seni-lukis-di-atas-kopi-yang-menakjubkan/

Yuli Hapsari