Kisah Cinderella

Siapa yang tidak mengenal sosok Cinderella?

 

Seorang gadis cantik dan mempunyai hati yang sabar, yang tinggal bersama ibu tiri dan saudara-saudara tirinya, sebuah kisah yang berakhir dengan bahagia ketika Cinderella dipersunting oleh seorang pangeran yang menemukan sepatu kaca miliknya.

Saking popularnya kisah ini ternyata mempunyai beberapa versi dari berbagai negara.

 

1. Ye Xian dari Negara Tirai Bambu

Kisah yang ditulis hampir 900 tahun lebih dulu sebelum buku Cinderella-nya Charles Perrault terbit, karya Duan Chengshi menceritakan tentang kepala suku yang bermarga Wu, mempunyai dua orang putri dari kedua istrinya. Putri Sulungnya bernama Ye Xian dan Jun Li, adik tirinya.

Ketika kedua orang tua kandung Ye Xian meninggal, ia kerap disiksa oleh ibu tirinya, dan satu-satunya yang dapat menghibur adalah seekor ikan emas peliharaannya. Namun ikan emasnya itu dijadikan santapan oleh saudara tirinya.

Atas perintah seorang wanita tua yang muncul dengan tiba-tiba, ia diperintah untuk menyimpan duri ikan emas itu karena duri ikan emas itu nantinya yang akan memberikan pertolongan ketika Ye Xian membutuhkan pertolongan.

BACA JUGA : Sumber Garam dan Kegunaanya

Ketika suatu kali diadakan pesta tahunan, ia memohon kepada duri ikan itu untuk dapat menghadiri pesta dengan pakaian yang indah. Sewaktu hendak meninggalkan pesta, sepatu emasnya ketinggalan dan diambil oleh seorang pedagang keliling yang kemudian menjualnya kepada maharaja muda, yang hadir pada acara pesta tahunan itu.

 

Setelah berkeliling mencari pemiliknya, akhirnya maharaja muda itu bertemu dengan Ye Xian dan kemudian mereka pun menikah.

2. Si Cantik Vasilisa dari Rusia

Dikisahkan, seorang pedagang mempunyai seorang anak perempuan yang cantik bernama Vasilisa. Sebelum ibunya meninggal, ia diberikan sebuah boneka ajaib yang nantinya akan membantu Vasilisa di saat menemukan kesulitan.

Lalu ayahnya menikah lagi dengan seorang janda yang mempunyai dua orang anak perempuan. Ketika ditinggal berdagang, selalu diberikan pekerjaan yang sangat berat oleh ibu tirinya.

Suatu hari Vasilisa diminta mendatangi Baba Yaga, seorang penyihir jahat yang tinggal di sebuah gubuk kecil di dalam hutan, tak jauh dari rumah mereka untuk meminta api.

Singkat cerita ketika terjadi kebakaran yang membakar seisi rumah, tidak ada yang selamat kecuali Vasilisa. Karena kesepian, setiap hari ia menghabiskan waktunya dengan menjahit baju yang kemudian dijual kepada seorang wanita yang menyerahkan baju itu kepada Tsar.

Melihat kecantikan Vasilisa akhirnya Tsar menjadikannya permaisuri.

Sumber: web.budaya-tionghoa.net;  melisatedjakusuma.wordpress.com;  www.kejadiananeh.com

Ella Irawan