Sejarah Catur

Permainan catur dilakukan oleh berbagai kalangan, satu lawan satu, masing-masing mengerahkan kemampuan berfikir, membuat strategi menentukan langkah bidak caturnya agar bisa menang.

 

Catur dalam bahasa Sansekerta berarti empat, namun juga dari kata chaturanga berarti empat sudut.

Ada berbagai pendapat mengenai awal permainan catur.

 

Menurut H.J.R. Murray dalam bukunya History of Chess tahun 1933, catur berasal dari India sekitar abad ke-6 dengan nama Chaturanga artinya empat unsur yang terpisah. Menurut mistisisme India Kuno, catur dianggap mewakili alam semesta, dihubungkan dengan empat unsur kehidupan yaitu api, udara, tanah, dan air, karenanya dalam permainannya catur menyimbolkan kehidupan manusia.

Muhammad Ismail Sloan mengatakan bahwa jika catur ditemukan di India maka permainan catur akan disebut dalam literatur Sanskrit, tetapi kenyataannya tidak ditemukan. Menurutnya, catur pertama kali dimainkan di Cina karena para pujangga dari Tiongkok telah menyebutkan permainan catur dalam syair-syair mereka 800 tahun sebelumnya. Pada saat itu arena catur berbentuk bulat-bulat serta buah caturnya hanya empat jenis yaitu raja, benteng, kesatria (kuda) dan uskup (gajah).

Kemudian permainan catur dari India dibawa oleh pedagang Islam ke Persia, permainan tersebut diberi nama Shatranj di Sassanid dan berkembang menjadi permainan rekreasi paling favorit lalu menyebar ke segala penjuru dunia hingga daratan Arab.

BACA JUGA : CATUR

Di Arab menjadi populer, dimainkan oleh Khalid bin Walid, panglima perang Nabi Muhammad; ada yang mengkaitkan permainan catur ini dengan pengaturan strategi perangnya. Ada pula pemain catur buta bernama Said bin Junbair. Pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid pernah memberikan hadiah sebuah papan catur kepada raja di Eropa, pendiri dinasti Carolia yaitu Charlemagne.

Pada abad ke-8, seiring Islam meluaskan pengaruhnya ke Spanyol, permainan catur mulai dikenalkan dan terus menyebar ke negara Eropa seperti Belanda, Italia, Inggris, dan Irlandia. Pada abad ke-9 permainan catur menyebar ke Rusia sehingga catur dikenal di hampir seluruh negara di dunia.

 

Di Eropa permainan catur dikembangkan sekitar abad ke-10; papan catur yang sebelumnya kotak-kotak berwarna sama menjadi berwarna hitam dan putih. Di Spanyol sekitar abad ke-15 diatur pergerakan buah catur dan peraturan tersebut distandardisasi pada abad ke-19.

Selanjutnya catur mulai diperlombakan dan muncul juara-juara dunia, namun juara sebelum tahun 1886 dianggap sebagai juara dunia catur tanpa mahkota. Tercatat Luis Ramirez de Lucena tahun 1490 juara catur dunia dari Spanyol, dan Pedro Damiao tahun 1520 juara catur dunia dari Portugal. Pada tahun 1886 Juara catur dunia pertama adalah Wilhem Steinitz, dari Austria.

Adapun penyebaran catur di Indonesia pada masa kolonial Belanda, dimainkan oleh orang-orang Belanda kemudian menyebar di berbagai kalangan masyarakat dan dimainkan hingga saat ini.

Sumber :

https://sejarahlengkap.com/olahraga/sejarah-catur

https://caturbaruindonesia.wordpress.com/sejarah-asal-mula-catur-chess/

http://www.kyma26.co.cc/2009/01/sejarah-catur.html

http://www.komputercatur.com/2008/05/daftar-lengkap-juara-dunia-catur-dari.html.

Yuli Hapsari