Game PUBG yang di haramkan di Kota Aceh!

 

source : cnet.com

Player Unknown’s Battle Ground atau dikenal sebagai PUBG (baca: Papji) merupakan game perang tembak–tembakan, di mana para pemain akan dikumpulkan dalam satu lokasi, dan yang bisa bertahan sampai akhir setelah mengalahkan semua pemain akan keluar sebagai pemenang. Game model begini biasa disebut sebagai game bergenre FPS (First Person Shooter) Battle Royal.

Tentu saja game ini bisa dimainkan secara offline maupun online, tidak harus berada di tempat yang sama, asalkan kuota smartphone kalian ada, udah bisa banget seseruan bareng sesama pemain lainnya, sekalipun berada di negara yang berbeda.

Selain menggunakan smartphone game ini bisa juga dimainkan di PC (Personal Computer), dan juga Game Console (PS4, Xbox).

 

Kalau di Indonesia sendiri PUBG paling banyak dimainkan dengan menggunakan smartphone, kalau kata Marketing Director SEA PUBG Mobile Oliver Ye di Jakarta bulan Mei 2019 yang lalu, pemain PUBG Mobile aktif sudah tembus lebih dari 100 juta, dan sudah dimainkan sekitar 220 kota di Indonesia, melalui turnamen offline dari tingkat amatir sampai ke level profesional.

source : hai.grid.id

Game ini juga sangat adaptif dengan perkembangan trend dan budaya di suatu negara, kenapa? Karena melalui game ini para pemain bisa mengenal suatu negara dari item aksesoris yang dijual, semisal tokoh/karakter yang dimainkan bisa menggonta–ganti akesoris dan pakaian, ada pakaian tentara, busana kasual, kaos oblong, badut, topeng, topi dan lain–lain. Tema dari pakaian dan aksesoris tersebut bertemakan Indonesia, contohnya dijual item topeng ondel–ondel, kemeja batik, dan kaos barong Bali yang bisa digunakan pada saat bermain.

riaunews.com

Namun tentu saja pertumbuhan PUBG di Indonesia yang mempunyai kesan baik akan menemui jalan terjal setelah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) di Aceh menetapkan fatwa haram. Tidak hanya PUBG, game sejenisnya pun akan bernasib sama, karena dinilai mempunyai pengaruh yang buruk, seperti dapat menimbulkan aksi kebrutalan, kekerasan, dan berpotensi menimbulkan perilaku yang agresif dan kecanduan pada level yang berbahaya. Hal ini dilakukan sehubungan adanya pembahasan secara intensif dan alot selama dua hari pada tanggal 17–18 Juni 2019 melibatkan Ahli TI (Teknologi Informasi) dan Psikolog.

Kemudian tidak lama setelahnya, MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Barat, juga mempertimbangkan fatwa haram PUBG. Hal ini bukan karena ikut-ikutan dengan MPU Aceh, karena Ketua MUI Jabar ingin menanggapi keterkaitan kejadian terorisme yang belum lama terjadi di New Zealand, di mana pelaku terinspirasi dari Game PUBG.

Tentu segala kemungkinan bisa saja terjadi, apa pun itu yang namanya kecanduan tidaklah baik, jadi segala sesuatunya harus mulai dari diri sendiri, mungkin bisa dimulai dari pembatasan jam main, kemudian meluruskan motivasi untuk memainkan game PUBG serta yang tidak kalah penting adalah kesadaran bahwa bagaimana pun asiknya permainan game mobile, tetap lebih asyik bermain di alam lepas, seperti main bola, bersepeda, bercanda, dan seseruan bersama teman-teman.

BACA JUGA : Permainan Tradisional yang Mulai Dilupakan

Sumber: liputan6.com; kompas.com