Sistem Zonasi, Menguntungkan atau Merugikan?

 

source : kabarin.weebly.com

Tahun ajaran baru sudah di depan mata, namun dengan adanya kebijakan zonasi banyak menimbulkan pro dan kontra bahkan tidak sedikit orang tua mengeluhkan penerapan sistem yang sudah diterapkan sejak tahun 2016 ini.

Sebetulnya pemerintah mengharapkan dengan diterapkan sistem zonasi ini maka akan terdapat pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mengatasi ketimpangan yang selama ini terjadi di masyarakat.

Menurut Mendikbud, setiap anak mempunyai hak yang sama, tidak boleh ada diskriminasi dan merupakan kewajiban dari pemerintah dan sekolah untuk memastikan jika semua anak mendapat pendidikan dengan memperhatikan anak harus masuk ke sekolah terdekat dari rumah.

 

Ada sebagian orang tua yang mengapresiasi sistem zonasi ini, mereka beranggapan dengan diterapkannya sistem ini maka akan lebih mudah mengontrol si anak itu sendiri.

Ada juga yang berpendapat penerapan sistem ini menjadikan semua sekolah mempunyai predikat yang sama, tidak ada lagi sekolah favorit.

Tetapi justru ada juga sebagian dari orang tua yang sangat menyesalkan kebijakan ini. Mereka mengeluhkan sistem zonasi ini menjadikan anak yang mempunyai nilai tinggi tetapi tidak bisa memilih sekolah impian mereka karena terhadang dengan aturan tersebut.

Berbagai cara pun dilakukan orangtua murid, seperti ada orang tua yang terpaksa harus menyiasati dengan merubah dokumen demi mendapatkan sekolah idaman mereka.

Yang lebih miris lagi ada siswi SMP di Kota Blitar yang malah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena diduga takut tidak diterima di sekolah pilihannya karena terbentur dari sistem zonasi itu.

BACA JUGA : Mengatasi Beda Pendapat dengan Orang Tua

Ella Irawan