Mengenal Lebih Jauh Sosok Dr. Anwar Usman, S.H., M.H.

 

Anwar Usman yang dibesarkan di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat, tidak pernah membayangkan sedikit pun akan menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2018-2020 melalui pemungutan suara oleh sembilan hakim konsitusi.

mkri.id

Pria kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, 31 Desember 1956 ini sudah terbiasa hidup mandiri, terlebih ketika melanjutkan pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) dari tahun 1969 hingga 1975 dan harus membuatnya terpisah dari orang tuanya.

Menjalani hidup terpisah selama enam tahun membuatnya banyak belajar tentang kedisiplinan dan kemandirian, sehingga sampai saat ini ia terkenal sebagai sosok yang tegas dan penuh wibawa.

Ia mengawali kariernya sebagai guru honorer di SD Kalibaru, Jakarta, pada tahun 1975. Selama menjadi guru ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 dan memilih Fakultas Hukum di Universitas Islam Jakarta.

Ketika masih menjadi mahasiswa ia terlibat aktif dalam kegiatan teater pimpinan Ismail Soebarjo, bahkan pada tahun 1980 sempat diajak main dalam sebuah film yang dibintangi oleh Nungki Kusumastuti, Frans Tumbuan, dan Rini S. Bono garapan sutradara Ismail Soebarjo sendiri dengan judul “Perempuan dalam Pasungan”. Walau hanya mendapatkan peran kecil, sudah membuatnya bangga terlebih lagi ketika film itu menjadi film terbaik dan mendapatkan piala Citra.

Baca Juga: Siapa BW – Bambang Widjojanto Ketua Tim Kuasa Hukum BPN ?

Dunia teater mengajarkan banyak hal, selain filosofi kehidupan juga mengandung unsur edukasi yang mengajak kepada kebajikan termasuk bagaimana bersikap dan bertutur kata.

Sebagai hakim, pria yang meraih gelar Doktor di Universitas Gadjah Mada ini mempunyai prinsip “Penegakan hukum dan keadilan harus diberlakukan terhadap siapa pun tanpa kecuali”.

Sumber : https://mkri.id