Apakah Kamu Termasuk Tsundoku?

 

Apakah anda termasuk Tsundoku?

Coba perhatikan, jika anda sering membeli buku kemudian ditumpuk atau disusun di rak buku, tetapi dibiarkan saja tanpa dibaca. Nah anda termasuk tsundoku atau istilah yang menggambarkan keadaan memiliki bahan bacaan, tetapi tetap dibiarkan menumpuk tanpa membacanya.

dok. pribadi

Penyebutan tsundoku dari bahasa Jepang. Menurut Profesor Andrew Gerstle, dosen aksara pramodern Jepang di University of London, kata tsundoku mulai dikenal sejak tahun 1879. Kata ini digunakan untuk menyindir seorang guru yang memiliki banyak buku tetapi tidak membacanya.

 

Menurut artikel di LA Times, tsundoku diartikan sebagai kondisi seseorang yang tidak dapat mengontrol keinginan diri untuk menumpuk buku.

Dilansir Los Angles Time, Frank Rose, dari Amerika Serikat, mulai mengoleksi buku untuk mengisi hari tuanya dengan membaca. Jumlah bukunya semakin meningkat setiap saat karena tsundoku yang dialaminya. Dapat terkumpul 13.000 buku yang sama sekali belum pernah dibacanya. Akhirnya 13.000 buku tersebut disumbangkan ke perpustakaan setempat, Arden-Dimick Library. Menurut pengelola, sumbangan buku dari Frank yang terbesar dalam sejarah perpustakaan.

Alfred Edward Newton (1864-1940) seorang penulis, penerbit, kolektor buku di Amerika, diperkirakan mempunyai koleksi 10.000 buku di akhir hayatnya.

  1. Edward Newton menuliskan: “Bahkan ketika membaca pun tidak memungkinkan, kehadiran buku dapat menghasilkan suatu kegembiraan, sehingga membeli lebih banyak buku dari pada yang bisa dibaca, hal ini seperti jiwa yang ingin mencapai sesuatu yang tak terhingga“.

Bagaimana dengan anda?

Jika sudah banyak koleksi buku yang dimiliki, cobalah luangkan waktu untuk membacanya. Buku-buku yang sudah dibaca namun repot untuk menyimpannya, atau buku-buku yang belum pernah dibaca, dapat disumbangkan kepada Taman Bacaan Masyarakat setempat.

Daripada buku-buku tersimpan tanpa disentuh, akan sangat bermanfaat jika dapat dibaca oleh orang-orang yang sangat memerlukan informasi untuk memperluas wawasannya.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tsundoku; https://www.goodreads.com/author/quotes/513707.A_Edward_Newton; https://blog.mizanstore.com/tsundoku-membeli-tanpa-membaca/

Yuli Hapsari