HIDANGAN PENUTUP KHAS JERMAN, BAUMKUCHEN

 

Baumkuchen, kue khas Jerman, biasanya sebagai hidangan penutup. Dalam bahasa Jerman berarti kue pohon, mirip potongan batang pohon berlapis-lapis lingkaran tahun. Bahan dasarnya, mentega, tepung, telur, vanila, garam, dan selai, yang disusun di atas putaran kayu di depan api. Perlu keahlian khusus untuk membuat lapisan apalagi Baumkuchen yang khas mempunyai 15 hingga 20 lapisan.

 

 https://en.wikipedia.org/wiki/Baumkuchen

Baumkuchen populer di Jepang, pertama kali diperkenalkan oleh Karl Juchheim. Karl Juchheim seorang tukang roti dari Jerman tinggal di Tsingtao, China, semasa Perang Dunia I, kemudian dia dan istrinya ditangkap dan dibawa ke Jepang sebagai tahanan perang di Okinawa. Ia membuat Baumkuchen, permen tradisional dan dijual dalam pekan raya Hiroshima tahun 1919.

Setelah perang Dunia I, ia dan istrinya pindah ke Yokohama dan membuka toko roti. Setelah terjadi bencana gempa bumi tahun 1923, mereka pindah ke Kobe dan Juchheim wafat sebelum berakhirnya Perang Dunia II. Beberapa tahun kemudian, istri Karl, membantu perusahaan Jepang membuka toko roti dengan nama Juchheim dan ikut membantu dalam menyebarkan popularitas Baumkuchen di Jepang.

 

Asal usul kue Baumkuchen dalam berbagai versi, diantaranya:

Di Hongaria, disebutkan bahwa kue tersebut pertama kali dibuat sebagai kue pernikahan, merupakan turunan dari kue tertua yaitu Kurtoskalacs (kue cerobong asap). Baumkuchen disebutkan dalam buku memasak Ein New Kochbuch (a New Cook book) yang ditulis koki profesional Max Rumpolt, menyebutkan bahwa kue tersebut pertama kali dibuat tahun 1581.

Di Jerman, pada tahun 1682, seorang petugas medis pedesaan yang bekerja pada Johann Sigismund Elsholtz (dokter, ahli botani dan kimia) di Jerman, menyiapkan makanan penutup serupa Baumkuchen. Tahun 1820 Baumkuchen pertama kali dibuat di kota Salzwedel, Jerman.

Bavaria mengklaim bahwa Baumkuchen telah diciptakan sejak abad ke-19.

Dari semua itu, ada pendapat lain, disebutkan bahwa Baumkuchen ditemukan di Yunani Kuno, menjadi populer di Roma, kemudian penakluk Roma membawa metode untuk memanggang kue di atas kayu bakar di atas api, ke wilayah yang sekarang dikenal sebagai Jerman dan sekitarnya.

Sumber : shun-gate.com

Di Jakarta dan beberapa kota lainnya, Baumkuchen dapat dinikmati dengan harga terjangkau, sudah di produksi oleh perusahaan roti dengan oven khusus, terdapat batang besi yang berputar otomatis. Baumkuchen mirip lapis legit, dengan empat rasa yaitu orisinil, cokelat, green tea, dan tiramisu.

BACA JUGA : SEJARAH DITEMUKAN MIE

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Baumkuchen; https://pen-online.com/food/the-100-years-history-of-baumkuchen-in-japan/; https://ifood.tv/european/baumkuchen/about

Yuli Hapsari