Suku Pedalaman Paling Berbahaya di Dunia

 

source : wikipedia.com

Pulau sentinel Utara, merupakan pulau yang paling sulit dikunjungi di dunia. Terletak dalam gugusan Kepulauan Andaman di Teluk Benggala, tidak jauh dari ujung barat laut Indonesia, yaitu Pulau Sabang, Aceh.

Pulau Sentinel Utara pernah terkena dampak tsunami Aceh tahun 2004, tetapi penduduk setempat selamat dari sapuan gelombang tsunami karena lebih dulu mundur meninggalkan pantai.

Pulau kecil ini sebagian besar diliputi oleh hutan dan dikelilingi oleh terumbu karang sehingga teramat sulit untuk dikunjungi. Sekelompok masyarakat primitif yang disebut sebagai suku Sentinel mendiami pulau ini, mereka mempunyai ciri-ciri berwarna kulit hitam, berambut ikal, dan tidak mengenakan pakaian. Ada pendapat yang mengatakan bahwa orang-orang Sentinel bermigrasi dari Afrika kira-kira 50 ribu tahun yang lalu.

 

Sudah ribuan tahun penduduk Sentinel Utara ini terisolasi dari dunia luar dan menolak bersentuhan dengan peradaban modern. Mereka akan menyerang bahkan membunuh siapa saja yang datang untuk menjelajahi pantai mereka. Hampir setiap orang yang berkunjung disambut dengan terjangan panah, karena mereka selalu curiga terhadap orang luar.

source : www.ark21.com

Melansir New York Times, pada akhir abad 19, seorang perwira angkatan laut Inggris bertemu dengan penduduk suku terpencil itu, lalu ia menculik beberapa anggota suku yang terdiri dari pasangan dewasa dan empat orang anak tetapi orang dewasa yang diculik itu jatuh sakit dan meninggal dunia. Kemungkinan penduduk pulau, trauma dengan peristiwa penculikan, atau takut pada penyakit asing karena mereka tidak mempunyai kekebalan tubuh untuk bertahan.

Triloknath Pandit, seorang antropolog dari India adalah orang yang dipercayai berhasil menjalin hubungan dengan suku Sentinel. Tahun 1991 bersama timnya mereka diterima dengan baik meski tidak diizinkan untuk masuk ke pulau mereka.

Diantara tim itu ada satu orang wanita, yaitu Madhumala Chattopadhyay. Saat tim itu dapat mencapai pulau beberapa warga suku Sentinel sudah siap berada di pinggir pantai dengan membawa busur dan panah. Namun ketika para antropolog mulai mengapungkan buah kelapa, mereka terkejut karena ada anggota suku Sintinel yang mengambil kelapa tersebut.

Meskipun kelapa itu sudah diterima namun ancaman terhadap serangan masih tetap terasa, sepasang busur sudah disiapkan untuk memanah.

Suku Sentinel telah hidup selama berabad-abad lamanya di pulau itu, yang dibutuhkan adalah membiarkan mereka hidup dengan tenang tanpa diganggu oleh orang luar.

BACA JUGA : RAJA AMPAT VERSI SULAWESI TENGGARA

Sumber : https://internasional.kompas.com; https://id.wikipedia.org; https://nationalgeographic.grid.id; https://dunia.tempo.co; https://tirto.id; https://www.liputan6.com

Ella Irawan