Bambu, Manfaat Dan Karakter

Tanaman bambu, dalam sehari semalam bisa tumbuh 60-100 cm, tetapi tergantung kondisi tanah, iklim, dan jenis spesiesnya. Pada umumnya laju tumbuhnya sekitar 3-10 cm. Tingginya pun ada yang hanya beberapa meter saja ada juga lebih dari 30 meter dengan diameter batangnya 15-20 cm.

Tanaman bambu tidak bertambah tinggi atau membesar batangnya setelah tahun pertama.

Bambu yang menjulang tinggi ternyata termasuk keluarga rumput-rumputan. Menurut peneliti botani, Lopez dan Shanley di tahun 2004 menyebutkan ada lebih dari 1200 jenis spesiesnya dan kebanyakan tumbuh di Asia. Berlian dan Rahayu peneliti Indonesia menyebutkan Indonesia memiliki lebih kurang 125 jenis bambu dan ada yang masih tumbuh liar. Beberapa jenis bambu mempunyai nilai ekonomis seperti bambu tali, bambu tutul, bambu cendani dan lainnya.

Baca Juga: Sulap Bukan Sihir, darimana Berawal ?

Tanaman bambu, dapat menjaga ekosistem air. Dalam penelitian di Tiongkok menyebutkan bambu punya kemampuan menyimpan air tanah lebih banyak dibandingkan tanaman Pinus. Bambu dapat mencegah erosi, di mana akar-akar bambu yang menyebar ke segala arah menjadikan tanah menjadi stabil.

Bambu sebagai tanaman konservasi air dan tanah dilakukan di negara-negara seperti Tiongkok dan India.

Bambu memiliki batang yang kuat dan lentur, keistimewaan inilah oleh orang-orang sejak zaman dulu hingga saat ini telah memanfaatkannya. Di Tiogkok, awal dinasti Shang abad XVI- XI SM, bambu sudah digunakan untuk kehidupan sehari-hari, sebagai alat musik dan senjata. Buku pertama di Tiongkok dibuat dari potongan bambu yang diikat dengan tali, kemudian ditemukan kertas yang terbuat dari bambu.

Bambu membentuk ikatan awal dengan karakter Tiongkok, dapat ditelusuri 6000 tahun yang lalu. Pada tahun 1954 pada penggalian di peninggalan budaya di Desa Banpo Xian, Tiongkok, ditemukan simbol Piktografik bambu pada tembikar dan juga dalam prasasti tulang orakel dan prasasti benda-benda perunggu kuno.

Dalam budaya tradisional Tiongkok, bambu mewakili karakter integritas moral, perlawanan, kesederhanaan, dan kesetiaan. Juga sebagai contoh kesepian dan keanggunan, antara lain nilai ini menjadi salah satu tema utama dalam lukisan kaligrafi dan puisi Tiongkok selama ribuan tahun.

Sumber: https://www.netralnews.com/news/singkapsejarah/read/80552/dari-mana-asal-usul-bambu; http://www.neraca.co.id/article/8948/asal-usul-tanaman-bambu; https://www.netralnews.com/news/singkapsejarah/read/80552/dari-mana-asal-usul-bambu

Yuli Hapsari
Yuli S