Pernah Mencoba Rasanya Soun Kawung ?

Pernahkan mencoba masakan soun kawung?

Soun Kawung makanan seperti mi putih atau kwe tiau namun bahan dasarnya terbuat dari empulur atau gumbar, yaitu bagian dalam dari batang Aren atau Enau. Empulurnya ditumbuk menjadi tepung sagu walau berbeda dengan sagu rumbia. Soun Kawung bisa ditemui di wilayah Priangan Timur.

Pohon Aren, pohon serba guna, dari cairan yang keluar dari batang bunga yang disebut Nira bisa diolah menjadi sirup atau dibuat gula merah, dan jika Nira di fermentasi menjadi minuman tuak nira. Buahnya menghasilkan kolang-kaling, lembar-lembar daunnya menjadi pembungkus gula aren dan durian. Dari pelepah dan tangkai daun diolah menjadi benang, tali pancing, dan senar gitar. Batang kayunya sebagai papan. Banyak manfaatnya ya….

Baca Juga: Hidangan Penutup Khas Jerman, Baumkuchen

Batang pohon Enau keras dan tebal di bagian luarnya, dinamakan Ruyung, dipergunakan untuk bahan kayu bakar atau gagang lampu kecil. Namun di bagian dalamnya terdapat empulur, dapat ditumbuk menjadi tepung sagu walau berbeda dengan sagu rumbia.

Cara membuatnya, batang pohon Aren dipotong ukuran 50 cm, ambil bagian dalam yang empuk, ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan air. Adonan disaring dipisahkan dengan ampasnya dan dimasak diaduk menjadi bubur.

Setelah agak mengental, dibentuk semacam soun dengan dikucurkan memanjang tidak beraturan ke dalam alas dari daun untuk dikeringkan atau dijemur selama kurang lebih lima jam.

Setelah kering, siap dimasak menjadi soun kawung goreng atau rebus, sesuai selera. Rasanya mirip dengan soun pada umumnya. Silahkan mencoba.

Sumber : Bapak Edi Mukti dan Endang Mulyana, Desa Pereng, Cikoneng, Ciamis

Yuli Hapsari
Yuli S