Fakta-fakta Sang Saka Merah Putih

source : surabayaspot.com

Setiap tanggal 17 Agustus, kita sebagai bangsa Indonesia selalu mengibarkan bendera merah putih. Dari sejarah yang kita tahu jika sang saka merah putih yang pertama kali dikibarkan itu dijahit sendiri oleh ibu Fatmawati, yang kala itu sebagai Ibu Negara pertama RI.

Menurut Presiden pertama RI, Soekarno, seperti yang ditulis Cindy Adams dalam biografi Soekarno “Penyambung Lidah Rakyat”, warna merah dan putih sangat kental dengan makna fiilosofis yang dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Warna-warna itu berasal dari awal penciptaan manusia. Darah seorang wanita berwarna merah. Sperma seorang laki-laki putih. Matahari berwarna merah. Bulan berwarna putih.

Sehari sebelum kemerdekaan, Fatmawati sudah menyiapkan kain untuk digunakan sebagai bendera yang akan dikibarkan keesokkan harinya, namun ternyata kain itu ukurannya sangat kecil dengan panjang hanya 50 cm

Akhirnya diputuskan kain putih diambil dari kain sprei ibu Fatmawati sendiri sementara kain merah ternyata bekas kain tenda sebuah warung kaki lima.

Adalah inisiatif sendiri laskar Peta Pacitan, Brigjen TNI (Purn) Lukas Kustaryo, untuk mencari kain merah dengan menyusuri rel kereta api dari Pegangsaan sampai Pasar Manggarai. Lalu ia melihat dipinggir pasar, sebuah warung soto bertenda kain merah yang sudah tidak begitu bagus bahkan sudah robek, dan dibelilah kain merah itu dengan harga Rp 500,-.

Setelah tahun 1969 yang dikibarkan bukanlah bendera pusaka lagi, namun bendera duplikat yang terbuat dari sutra. Bendera pusaka itu sempat sobek karena terlalu lama dilipat, selain itu warnanya pun sudah memudar dan saat ini disimpan di Istana Merdeka.

Sumber : https://www.merdeka.com; https://intisari.grid.id; http://surabayaspot.com

Ella Irawan