Pentingkah Membaca ?

Designed by Pressfoto / Freepik

Menurut kamu, apakah membaca buku atau membaca melalui media digital itu penting? Setiap orang akan mempunyai jawaban dengan alasannya masing-masing.

Ada pendapat dari beberapa orang mengenai membaca.

Edmund Burke, Politikus dan filsuf dari Inggris (1729-1797): “Membaca tanpa memikirkannya ibarat makan tanpa mengunyah“.

Baca Juga: Bambu, Manfaat Dan Karakter

Orhan Pamuck (1952) novelis Turki dalam sastra pasca-modernis: “Suatu hari aku membaca sebuah buku, dan hidupku telah berubah“.

Fran Lebowitz (1950 ) seorang pembicara dan penulis Amerika: “Berfikirlah sebelum kamu berbicara, bacalah sebelum kamu berfikir“.

Dari pernyataan tersebut, mempunyai arti pentingnya membaca dengan pemahaman, hal itu dapat mengubah hidup menjadi lebih baik, dan berbicaralah dengan benar, tidak asal bicara atau asbun.

Beberapa orang sukses menyampaikan berapa banyak waktu yang disediakan untuk membaca.

Oprah Winfrey, masa kecilnya sangat berat, membaca buku menjadi pelariannya untuk keluar sejenak dari kesulitan hidup. Dikatakan bahwa dia belajar membaca pada usia 3 tahun dan segera menemukan ada dunia di luar ladangnya di Mississippi yang bisa ditaklukkan. Oprah menyisihkan setidaknya waktu satu jam dalam sehari atau lima jam perminggu untuk membaca buku.

Elon Musk, tokoh bisnis, penemu, dan industrialis dari Amerika, pendiri dan CEO Space X, perusahaan transportasi luar Angkasa Amerika Serikat. Saat muda menghabiskan waktu hingga 10 jam sehari untuk membaca novel-novel sci-fi. Dengan membaca didapat ide untuk produk Tesla.

Bill Gates, pendiri Microsoft, menerapkan setidaknya membaca satu buku sehari, buku favoritnya non fiksi seperti jurnal, laporan ilmiah, dll, tentang kesehatan masyarakat, penyakit, teknik, bisnis dan sain. Sesekali membaca novel, itu pun dipilih yang memberikan pelajaran mengenai kehidupan dunia.

Ibu Kartini, sejak kecil rajin membaca, sehingga membuka dan memperluas wawasannya. Kegiatan literasi membaca dan menulis membuahkan surat-surat saat berkorespondensi dengan beberapa orang, yang kemudian kumpulan surat-suratnya menjadi buku Door Duisternis tot Licht, atau Habis Gelap Terbitlah Terang.

Bagaimana dengan kamu, seberapa sering membaca?

Ternyata membaca juga dapat meningkatkan kemampuan otak sehingga menurunkan resiko terkena Alzheimer di usia lanjut. Untuk yang senang membaca buku fiksi seperti novel, cerpen, dan lain-lain, dapat meningkatkan empati karena ada kecenderungan untuk membuat kita pada posisi cara pandang tokoh dalam cerita.

Sumber :
https://www.hipwee.com/list/ini-nih-8-kutipan-yang-bakal-mengubah-kebiasaan-membacamu/
https://www.membacacepat.com/artikel/kebiasaan-baca-orang-sukses/
https://www.facebook.com/mienrunofoundation/posts/861349417250418:0
https://blog.ruangguru.com/perbedaan-buku-fiksi-dan-nonfiksi
https://aceh.tribunnews.com/2018/04/21/kartini-literasi-dan-emansipasi

Yuli Hapsari
Yuli S