Oymyakon Tempat Tinggal Terdingin di Dunia

source : Ig anastasiagav

Oymyakon adalah sebuah permukiman terpencil di Republik Sakha, tepatnya di wilayah Yakutia, beberapa ratus mil dari Lingkar Kutub Utara.

Desa yang berada 750 meter di atas permukaan laut ini tercatat mencapai suhu rata-rata minus 50 derajat Celcius pada bulan Januari, bahkan di bulan Januari tahun 2018, suhunya mencapai minus 66 derajat Celcius, dan yang paling ekstrim bisa mencapai suhu minus 71 derajat Celcius bila musim dingin tiba. Maka tidak salah jika desa yang dihuni 500 warga ini disebut sebagai tempat tinggal terdingin di dunia.

Awalnya Oymyakon bukanlah suatu tempat yang berpenghuni, hanya digunakan sebagai tempat singgah para pengembala rusa karena tempat ini mempunyai sumber air panas yang mereka gunakan untuk memberi minum hewan ternaknya itu.

Namun akhirnya untuk menekan populasi dari para nomaden, akhirnya tempat itu dijadikan sebuah tempat yang dapat ditinggali.

source : Ig anastasiagav

Dengan suhu yang sangat rendah itu menyebabkan Desa Oymyakon tidak dapat ditumbuhi tanam-tanaman. Masyarakat setempat terbiasa mengonsumsi salmon beku, bahkan hati kuda yang beku. Sebagian besar keluarga masih mengandalkan batubara atau kayu bakar untuk menghangatkan badan, juga memasak.

Untuk menggali kuburan, dibutuhkan waktu selama 2 atau 3 hari. Cara menggalinya dengan bantuan api yang menyala dan batubara ditumpuk selama beberapa jam. Ketika tanah mulai mencair, mereka mulai menggali dan batu bara yang panas itu didorong ke dalam lubang, hal itu dilakukan sampai lubang sedalam 2 meter terbentuk.

Selain berburu, mata pencaharian penduduk setempat adalah menangkap ikan. Walau tinggal di daerah yang bersuhu rendah yang menyebabkan baterai dan peralatan elektronik lainnya dapat rusak, mereka enggan untuk pindah.

Desa Oymyakon ini memiliki fasilitas bandara, museum, teater, juga sekolah, walaupun kegiatan belajar akan dihentikan di saat suhu minus 54 derajat Celcius.

source : Ig anastasiagav

Penduduk yang menempati Desa Oymyakon ini terkenal dengan usianya yang panjang, banyak dari mereka berusia di atas 100 tahun. Konon kabarnya, dalam suhu di bawah minus 50 derajat Celcius hampir tidak ada virus yang dapat bertahan sehingga penduduk di desa ini jarang sekali terserang penyakit, baik flu maupun penyakit menular lainnya.

BACA JUGA : ES KRIM

Sumber : https://kumparan.com; https://lifestyle.okezone.com; https://www.boombastis.com; https://internasional.kompas.com; https://www.viva.co.id

Ella Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 9 =