siapa itu Sunan Kuning

 

https://inilahonline.com

Nama Sunan Kuning (SK) bagi warga Semarang pastinya sudah tidak asing lagi. Mereka mengenalnya sebagai “Ikon Prostitusi” terbesar di Jawa Tengah yang terletak di dekat pelabuhan Tanjung Mas dan Bandara Ahmad Yani, di Desa Kalibanteng Kulon. Saat ini terdengar kabar, pada bulan Agustus 2019 nanti kehidupan “wisata malam” itu akan ditutup oleh pemerintah setempat.

Resosialisasi Argorejo yang secara perlahan lebih dikenal dengan nama Sunan Kuning, bermula ketika tahun 1963 Pemerintah Kota Semarang menetapkan komplek di sebelah makam ulama Soen An Ing menjadi sebuah lokalisasi. Walaupun pada awalnya lokasi itu saling berjauhan namun lambat laun lokalisasi itu semakin meluas dan mendekati makan Sunan Kuning.

Soen An Ing merupakan nama dari seorang tokoh ulama keturunan Tionghoa-Jawa di komplek Argorejo yang hidup pada abad 17 masehi. Ia menyebarkan agama Islam di wilayah Semarang dan Pantura Jawa Tengah.

Penyebutan lafal yang agak sulit menyebabkan masyarakat setempat menyebut Soen An Ing menjadi Sunan Kuning, namun sejak itu justru nama Sunan Kuning lebih lekat sebagai nama komplek prostitusi.

Keberadaan lokalisasi itu tentu saja merugikan komplek pemakaman tokoh penyebar agama Islam, yang merupakan seorang tokoh yang dihormati pada masa itu karena kian hari komplek makam itu sepi dari para peziarah.

Jika rencana penutupan itu nantinya terwujud maka diharapkan komplek pemakaman itu dapat menjadi salah satu tujuan wisata.

BACA JUGA : CIBULAN KUNINGAN

Sumber : https://id.wikipedia.org; http://www.rmoljateng.com; https://www.suara.com/news

Ella Irawan