Siapa Pemilik Mikrofon Proklamasi?

 

Photo : Frans Mendur

Dengan menggunakan mikrofon, maka teks proklamasi dapat didengar di seluruh dunia, tapi adakah yang tahu siapa pemilik dari mikrofon tersebut?

Mikrofon itu merupakan buatan dari Gunawan, pemilik dari radio Satriya yang tinggal di Jalan Salemba Tengah 24, Jakarta. Dibuat dengan menggunakan peralatan yang sederhana, magnitnya terbuat dari dua buah dinamo sepeda sedangkan band-nya dari grenjeng (kertas perak pembungkus rokok).

Tanggal 17 Agustus 1945 pukul 07.00 WIB, Wilopo dan Njonoprawoto datang untuk meminjam mikrofon tanpa memberitahu Gunawan untuk apa keperluannya. Saat itu Wilopo bekerja di Balai Kota sebagai pembantu Soewiryo yang merupakan Wakil Walikota Jakarta.

Ketika mikrofon dipasang, Sunarto (salah seorang saudara Gunawan) yang membantu memasangkan mikrofon, baru diberitahu bahwa mikrofon itu akan dipakai untuk Proklamasi Kemerdekaan.

Tahun 1946 oleh sang pemiliknya, mikrofon itu dibawa ke Solo untuk disimpan dengan baik dan sesekali diperlihatkan kepada para kerabat dan teman-temannya tanpa digunakan lagi.

Ketika tahun 1949, Gunawan kembali ke Jakarta mikrofon itu turut dibawa serta, namun karena amplifiernya rusak maka amplifier yang rusak ditinggal di Yogyakarta.

Bukan sekali dua kali mikrofon itu ditawar orang karena mempunyai nilai sejarah tersendiri, bahkan ada orang India dari suku Sikh yang datang dan ingin menukarnya dengan sebuah rumah di jalan Imam Bonjol, namun ditolak karena mikrofon itu tidak ternilai harganya.

Hingga kemudian akhirnya Gunawan menyerahkan mikrofon itu kepada Sekjen Kementerian Penerangan, Harjoto, yang selanjutnya diberikan kepada Presiden Soekarno sebagai hadiah ulang tahun ke-58 untuk disimpan di Monumen Nasional.

BACA JUGA : PEMBUAT FOTO PROKLAMASI

Sumber: https://historia.id; https://merahputih.com

Ella Irawan