Tradisi Pernikahan Unik

 

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Pepatah yang mempunyai arti, setiap tempat mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda.Seperti tradisi pernikahan di beberapa negara. 

Di JERMAN – Tradisi Pecah Piring.

source : iamexpat.de

Di Jerman Selatan ada tradisi Polterabend yaitu acara pada malam hari sebelum pernikahan. Para tamu membawa porselen, tembikar, peralatan sanitasi yang kemudian dihancurkan, biasanya di depan rumah pengantin wanita. Tetapi jangan menghancurkan kaca, karena akan membuat calon pengantin tidak beruntung. Kemudian calon pengantin membersihkannya, agar keduanya sadar, bahwa mereka harus bekerjasama di kehidupan pernikahan dalam kondisi dan situasi apapun.

Tidak ada undangan khusus hanya dari mulut kemulut, sebagai salah satu cara melibatkan mereka yang tidak diundang pada resepsi pernikahan.

Namun relatif baru ada yang disebut Pernikahan Polter, yaitu di acara pernikahan digabung dengan Polterabend.

Di ITALIA

Calon pengantin wanita tidak boleh bercermin di hari pernikahan, jika bercermin harus melepas anting-anting, sepatu atau sarung tangan, jika dilanggar mitosnya pernikahan menjadi buruk.

Di acara pernikahan kedua mempelai disebarkan atau dihujani Confetti tetapi bukan dari kertas warna warni melainkan dari almond berlapis gula dibungkus kotak kecil. Confetti melambangkan kesehatan, kekayaan, kebahagiaan, kesuburan, dan umur panjang, jumlahnya harus ganjil.

Di KOREA

Di Korea Selatan ada tradisi pernikahan yang disebut Honrye. Pada masa dahulu, pernikahan diadakan di rumah keluarga pengantin wanita dan keluarga pengantin pria datang membawa hadiah. Bebek merupakan simbol pernikahan yang lama dan bahagia. Burung Bangau simbol dari kehidupan yang panjang, di representasikan pada ikat pinggang pengantin wanita.

Ritual Pukul Kaki, setelah upacara pernikahan, sepatu dan kaos kaki mempelai pria di lepas oleh teman-temannya dan mengikatkan tali di sekitar pergelangan kakinya. Kemudian mereka secara bergantian memukul telapak kaki dengan ikan Corvina Kuning agar pengantin pria kuat saat malam pertama.

Di INDONESIA

Beragam tradisi pernikahan di Indonesia, misalnya masyarakat Betawi. Menjelang akad nikah diiringi suara petasan, rombongan keluarga mempelai pria berjalan memasuki depan rumah mempelai wanita, disertai Tanjidor dan Marawis. Seserahan Roti Buaya dibawa baik pada lamaran ataupun akad nikah.

Kemudian ada prosesi Buka Palang Pintu dengan berbalas pantun dan adu silat antara perwakilan kedua mempelai. Dimaksudkan sebagai ujian sebelum diterima sebagai calon suami yang akan menjadi pelindung istrinya kelak.

source : picgra.com

Di sisi mempelai perempuan diletakkan seserahan sepasang Roti Buaya, yang betina ditandai dengan roti buaya kecil disamping atau dipunggungnya. Hal tersebut melambangkan kesetiaan pernikahan sampai beranak cucu, karena buaya hanya kawin satu kali dan karakter pengantin pria yang sabar (buaya yang sabar menunggu mangsa) dan kemapanan.

BACA JUGA : TRADISI UNIK MENCARI JODOH

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Polterabend; https://blog.frameatrip.com/2019/02/16/pengantin-dilarang-bercermin-7-tradisi-unik-pernikahan-italia-yang-mengejutkan/; https://forum.idws.id/threads/tradisi-unik-pernikahan-negara-jepang-dan-korea-selatan.464717/; https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3775920/makna-filosofis-roti-buaya-dalam-pernikahan-adat-betawi; https://budayanusantara2010.wordpress.com/upacara-adat-perkawinan-khas-nusantara/pernikahan-adat-betawi/

Yuli Hapsari