BADUT, TOKOH LUCU ATAU JAHAT?

 

Source : google.com

Tokoh badut sering muncul dalam pertunjukan sirkus, atau pun pada acara yang dihadiri oleh anak-anak. Wajah serta tingkah yang lucu membuat para penonton terhibur.

Sejak kapan badut mulai dikenal?

Di zaman Romawi kuno, sosok badut sudah ada dengan sebutan Archimimus, merupakan bagian dari ritual pemakaman yang disewa untuk menceritakan lelucon. Mereka mempunyai kebebasan mengolok-olok kekaisaran, atau golongan orang kaya tanpa dihukum.

Sejak abad ke-16 badut sudah dikenal di Italia, dalam teater Commedia dell’arte badut adalah penipu. Dalam pertunjukan tersebut badut disebut dengan Harlequin, sosok pelayan amoral, lucu serta suka berbohong. Kostum badut masih sederhana.

Pada abad ke-18, kostum badut yang ada di Jerman dan Inggris mulai berkembang. Riasan wajah badut menarik perhatian banyak orang, baju serta sepatu yang kebesaran dengan penutup leher yang berwarna warni dihiasi renda melingkar seputar bagian leher.

Bagaimana karakter badut yang sesungguhnya?

Jati diri badut sebenarnya jahat, horor, dan penuh tipu daya mencekam, jika periang itu bukan badut. Makanya tidak heran jika tokoh badut tampil sebagai penjahat dalam film.

Penyimpangan citra badut diubah oleh Joseph Grimaldi, pelaku pantomim Inggris pada abad ke-19 yang menampilkan badut dalam suasana galau, melankolis untuk pertunjukan di Amerika. Sejak itu pesona badut semakin melenceng dan lebih sering tampil di sirkus untuk membuat penonton tertawa.

Radford penulis buku Bad Clown mengatakan “Sebuah kesalahan besar bila bertanya, kapan badut jadi jahat, karena sebetulnya mereka memang tidak pernah baik (dilansir dari History).

 BACA JUGA : TAMAN REKREASI BERMULA DI..

Sumber: https://kumparan.com/absal-bachtiar/sejarah-kelam-badut-memang-horor-sejak-dulu; https://www.brilio.net/creator/sejarah-asal-mula-badut-dan-kenapa-badut-digambarkan-sebagai-sosok-jahat-022753.html

Yuli Hapsari