Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan

 

source : https://garudanews.id

Bencana kabut asap di Indonesia terulang kembali. Saat ini asap mengepung wilayah Sumatera mencakup Palembang, Jambi, Riau, dan Padang, sedangkan di Kalimantan meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Kabut asap merupakan jenis polusi udara yang dihasilkan dari campuran beberapa gas dan partikel yang bereaksi dengan sinar matahari. Gas-gas yang terlibat dalam proses ini adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon. Sementara itu, partikel-partikel yang terdapat dalam kabut asap adalah asap itu sendiri, debu, pasir, dan serbuk sari.

Dampak kabut asap bagi kita:

  1. Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)

ISPA biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh kabut asap. Tetapi apabila polusi udara bertambah parah, ditambah lagi dengan sistem kekebalan tubuh kita yang melemah bisa mengakibatkan gangguan pernafasan.

Tingginya konsentrasi asap di udara akan membuat kita sulit bernapas dan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, terutama menimpa mereka yang banyak beraktivitas di ruangan terbuka.

  1. Penyakit Jantung

Kabut asap membawa partikel-partikel yang beresiko menginfiltrasi aliran darah manusia sehingga berdampak buruk bagi jantung. Bahkan penelitian menunjukkan bahwa paparan kabut asap dalam jangka panjang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah.

Sebuah studi oleh California Environmental Protection Agency tahun 2014 membuktikan, pasien yang terpapar kabut asap dalam waktu lama menggandakan risiko terkena serangan jantung atau stroke.

  1. Iritasi

Paparan kabut asap bisa mengakibatkan iritasi pada mata, tenggorokan, dan hidung serta menyebabkan sakit kepala atau alergi. Selain itu kabut asap dapat merusak kulit dengan cara menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. 

Dampak buruk kabut asap berbeda-beda pada setiap individu. Bayi, anak-anak, dan manula adalah kelompok paling rentan terhadap efek kabut asap. Batasilah kegiatan di luar ruangan ketika musim kabut asap datang. Jika pun harus beraktivitas di ruang terbuka, usahakan kegiatan yang dilakukan tidak terlalu menguras tenaga. Terakhir, pakailah masker untuk menutup mulut dan hidung.

BACA JUGA : SELAMAT JALAN MR.CRACK

Sumber : http://www.depkes.go.id; https://www.alodokter.com

Ella Irawan