Puisi Penyembuh Luka Hati

 

Source : https://i.pinimg.com

Kehidupan tidak selalu berjalan semulus yang kita inginkan. Kesedihan akibat kegagalan mungkin tidak hanya sekali kita alami tetapi bisa berkali-kali. Kegagalan selain bisa menimbulkan sakit hati juga dapat mempengaruhi konsentrasi kita sendiri.

Ada banyak cara untuk menyembuhkan luka hati, misalkan dengan melakukan traveling, mendengarkan musik atau mendatangi pusat kebugaran.

Selain dengan cara itu, ada satu cara untuk menyembuhkan luka hati, yaitu dengan Puisi.

Puisi bisa dikatakan sebagai salah satu media untuk menyembuhkan atau mengurangi luka hati. Puisi-puisi yang indah banyak digubah oleh sastrawan kenamaan, Indonesia salah satunya mempunyai sederet sastrawan legendaris dengan puisi-puisinya yang begitu melegenda dan menyentuh hati.

Karya-karya mereka sangat berpengaruh pada dunia kesusasteraan tanah air.

Ada sejumlah puisi karya sastawan kenamaan Indonesia yang mungkin bisa menyembuhkan luka hati kamu

  1. “Suaramu Telah Mengikat Ingatanku”

Karya Agus Noor

suaramu telah memikat ingatanku, hari ini

kurasakan suaramu, seperti cahaya lembut, yang perlahan memeluk seluruh kesedihanku

kau tahu, aku telah lama belajar dari airmata, yang selalu memahami seseorang yang dicintainya dengan cara menjatuhkan diri

akan tiba saatnya, di malam-malamku yang penuh kerisauan, suaramu akan menjelma jerit kijang yang terpanah jantungnya

ya, pada saat itu aku pun tahu: ada yang lebih tajam dari pisau waktu, yakni rindu

  1. “Pada Suatu Hari Nanti”

Karya Sapardi Djoko Damono

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari

  1. “Permintaan”

Karya WS. Rendra                                                                                         

Wahai, rembulan yang bundar
jenguklah jendela kekasihku!

Ia tidur sendirian,
hanya berteman hati yang rindu.

  1. “Puisi”

Karya Korrie Layun Rampan

Jalan ini berdebu, kekasih
Terbentang di padang rasa
Enam belas matahari memanah dari enam belas ufuk
Siang pun garang sepanjang kulminasi

Bahak malam mengikut pelan langkah tertatih
Ketipak bulan putih
Di taman kekasih

Pengantinku,
Antara kerikil dan pasir merah
Tersembunyi jejak-jejak yang singgah

BACA JUGA : BELGIAN MALINOIS

Ella Irawan