Awas, Kecanduan “Blue Film” Berdampak Pada Kerusakan Otak

 

source : emrayfo.tumblr.com

Tahukah kamu? Jumlah orang yang mengakses situs pornografi satu dekade yang lalu masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan saat ini. Hal itu disebabkan karena dahulu akses internet masih sangat terbatas, namun akibat dari kemajuan teknologi yang berkembang semakin pesat menyebabkan saat ini setiap orang dapat dengan mudahnya mengakses internet sehingga pornografi mudah muncul dimana-mana.

Pornografi sendiri artinya adalah sebuah istilah untuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.

Pornografi sering sekali dikait-kaitkan dengan penyebab tindakan pemerkosaan maupun pencabulan. Bahkan ada yang mengatakan jika kecanduan pornografi mengakibatkan kerusakan otak lebih parah dibandingkan dengan kecanduan narkoba.

Seperti dilansir umdah.co, bila adiksi pada narkoba dapat merusak tiga bagian dalam otak, adiksi pada pornografi justru mampu merusak lima bagian otak, yaitu bagian otak yang disebut dengan lobus Frontal, gyrus Insula, Nucleus Accumbens Putamen, Cingulated, dan Cerebellum.

Menurut seorang ahli bedah syaraf dari Amerika Serikat, Dr Donald Hilton, Jr, kelima bagian dalam otak manusia tersebut berperan di dalam mengontrol perilaku manusia dan berakibat timbulnya keinginan untuk melakukan perbuatan berulang–ulang terhadap pemuasan seksual.

Akibat dari kerusakan otak itu menyebabkan bagian otak semakin mengecil, dan semakin lama fungsi yang dihasilkannya akan semakin tidak aktif. Hal ini yang menyebabkan sifat manusia tidak ada bedanya dengan binatang.

Oleh karena itu alangkah lebih baik jika diri sendiri sedini mungkin memahami dampak dari kecanduan pornografi, kala arus pornografi semakin sulit untuk dibendung akibat dari kemajuan teknologi saat ini.

BACA JUGA : MENGENAL LENSA KACAMATA

Sumber: http://www.teologitubuh.com; https://www.kemenpppa.go.id; https://doktersehat.com

Ella Irawan