Mengenal Lebih Dekat Ketua BEM UGM

source on : ig @fathuurr_

Nama Atiatul Muqtadir mendadak viral ketika masuk jajaran Trending Topik di twitter. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada ini begitu memukau ketika tampil di acara talkshow debat politik di salah satu TV Swasta yang bertajuk “Kontroversi RKUHP”

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi yang diterima lewat jalur SNMPTN tahun 2015 ini tampil bersama dengan perwakilan mahasiswa lainnya dari ITB, UI, dan Trisakti.

Fathur, biasa dipanggil dengan sebutan itu, saat ini menjadi idola baru kaum hawa bahkan sekelas Awkarin pun seorang selegram mengaku jatuh cinta pada Ketua BEM UGM ini, setelah mendengar pernyataan Fathur “Tunda itu bahasa politis yang ada ditolak atau diterima” saat berargumen dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Fathur cukup aktif mengunggah aktivitas sehari-harinya baik di akun instagram @fathuurr_  maupun di channel Youtube pribadinyanya, diantaranya:

  1. Menolak KPK dilemahkan
Source : ig @fathuurr_

“Saya ingin capim KPK yang hanya takut pada Tuhan, mengapa demikian? karena dengan perasaan itulah ia tidak akan takut miskin, ia tidak akan takut pada intimidasi”

  1. Ikut Aksi Solidaritas di Bunderan UGM
Source : ig @fathuurr_

“Melihat kasus meluasnya kekerasan dari Jawa Timur ke Manokwari, Makassar, dan berbagai wilayah Indonesia lainnya, seharusnya membuat pemerintah belajar bahwa “violence beget violence”: kekerasan akan berbuah kekerasan pula”=

  1. Aktif dalam Kegiatan Rohis

“aktualisasi dari sila pertama Pancasila ada di ekskul ini. Dimana lagi mendalami ketuhanan YME bagi umat Islam kalau bukan di Rohis?”

  1. Tahfidz Quran
Source : Youtube/Atiatul Muqtadir

Di kanal Youtube pribadinya ia mengunggah dirinya sedang membaca surat seperti Adh-Dhuha, Al-Insyiroh, dan sebagainya dengan suara yang terdengar merdu. Bahkan Ustaz Yusuf Mansur pun memuji sosok ini karena termasuk salah satu tahfidz Al-Quran

  1. Lulusan Pesantren
Source : ig @fathuurr_

Menempuh pendidikan dasar dan Sekolah Menengah Pertama di sebuah pondok pesantren Al Furqon, selain itu sempat menjadi santri selama tiga bulan di Pesantren Gontor.

Ella Irawan