Ragam lilin dan asal muasalnya

 

Bagi orang-orang lilin, menjadi penerang di kala listrik PLN padam, namun bagi anak kecil, meniup lilin kue ulang tahun sangat dinanti. Bagi pembatik, lilin malam dapat mewujudkan kreasi motif batik yang sangat indah, dan untuk yang ingin santai, menggunakan lilin aroma terapi bisa menjadi salah satu alternatif, dan bagi yang ingin berfoto dengan para tokoh dunia dapat berkunjung ke museum lilin Madame Tussauds.

Source : Dok Pribadi – Museum lilin Madame Tussauds

Lilin-lilin tersebut mempunyai bahan dasar yang sama seperti parafin, namun masing-masing akan mendapat tambahan materi lainnya sesuai keperluan.

Dari bahan dasar apa lilin dibuat?

Sekitar 3000 tahun SM, orang Mesir Kuno membuat lilin bersumbu dari lilin lebah. Sekitar tahun 400 SM, lilin dibuat dari tanah liat. Di Tiongkok, pada tahun 221 SM, lilin dibuat dari lemak ikan paus, sementara di India, lilin dibuat dari buah pohon kayu manis yang dididihkan, digunakan sebagai penerangan pada candi untuk peribadatan. Di Jepang juga di Tiongkok, lilin dibuat dari serangga dan biji-bijian kemudian dibungkus kertas dan dibakar.

Pada masa Kekaisaran Romawi, lilin dibuat menggunakan lemak sapi atau domba yang membuat lilin menjadi berasap dengan aroma tidak sedap; banyak kota melarang penggunaannya.

Pada tahun 1415, lilin yang menggunakan lemak hanya dipakai untuk penerangan jalan saja, sedangkan untuk di kerajaan dan gereja dipergunakan lilin lebah yang tidak terlalu berbau.

Pada tahun 1825, seorang ahli kimia Michael Eugene Chevreul, mengemukakan hasil penelitiannya yakni salah satu asam lemak diidentifikasi sebagai stearin (asam stearat). Kemudian bersama Joseph Gay Lussac mematenkan proses pembuatan lilin dari stearat mentah (lilin stearin), yang berbentuk padat, tahan lama dan bersih hasil pembakarannya.

Pada abad ke-19 dibuat mesin pembuat lilin pertama dan untuk penerangan rumah; sumbu lilin yang sebelumnya terbuat dari kapas yang dipelintir diperbarui dengan sumbu lilin yang dianyam.

Tahun 1834 Joseph Morgan seorang peneliti membantu industrialisasi lilin modern dengan mengembangkan mesin, mampu memproduksi 1500 lilin perjamnya.

Tahun 1850, parafin menjadi salah satu bahan pembentuk lilin, lebih murah, berkualitas tinggi, tidak berbau serta bersih dalam pembakarannya. Karena titik lelehnya rendah maka parafin ditambah asam stearat sehingga menjadi seperti llin seperti saat ini.

BACA JUGA : KACA

Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/5b8dfe5d60e24be5368b458f/sejarah-lilin-dan-cara-pembuatannya/ http://www.martinrecords.com/info/te…kapnya-disini/; http://www.martinrecords.com/info/ternyata-lilin-sudah-ada-sejak-tahun-3000sm-yuk-simak-selengkapnya-disini/

Yuli Hapsari