NARSIS dan CATOPTROPHOBIA?

 

 

Kata narsis sering ditujukan kepada orang yang suka selfi, senang berfoto, atau yang suka berlama-lama di depan cermin. Narsis dari bahasa Inggris Narsisisme atau bahasa Belanda Narsisme yang berarti perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan.

Source : dok. pribadi

Istilah narsis pertama kali digunakan oleh Sigmund Freud, seorang psikolog, yang diambil dari mitologi Yunani.

Diceritakan seseorang bernama Narcissus, sangat suka melihat bayangannya sendiri yang tampan di permukaan air. Ketika ia berusaha menggapai bayangannya sendiri, dia terjatuh dan tenggelam hingga tewas.

Narsis menurut klikdokter.com, adalah gangguan kepribadian di mana seseorang merasa dirinya penting; gejalanya meliputi kebutuhan akan kekaguman dari orang lain secara berlebihan dan mengabaikan perasaan orang lain. Hal ini akan membawa masalah dalam kehidupannya.

Sifat narsis itu ada pada semua orang, hanya saja bagaimana dapat mengaturnya agar tidak berkembang. Ketika berhadapan dengan orang narsis jangan sampai terbawa emosi. Memang menjengkelkan sih.

Untuk yang suka selfi, senang berfoto-foto, tenang saja belum ada penelitian yang membuktikan hal itu dengan gejala dari gangguan kejiwaan.

Bagaimana dengan orang yang justru menghindar ketika di foto? Bisa saja memang orang tersebut tidak suka pamer foto atau tidak percaya diri atas hasil fotonya, namun ada juga orang yang benar-benar takut atau menghindari cermin, mengapa ya bisa begitu?

Ada yang disebut Catoptrophobia yaitu orang yang takut pada cermin, kebanyakan bukan takut pada cerminnya tetapi dari pantulan yang dihasilkan. Menurut William Todd, seorang psikolog, ada tiga ketakutan yang membuat seseorang menghindari refleksi diri, yaitu:

Kekhawatiran terhadap citra tubuh yang dipantulkan

Jika seseorang tidak nyaman dengan kondisi fisiknya, maka akan menghindari cermin dan pada tingkat ekstrim orang tersebut akan menolak difoto maupun direkam video, namun orang tersebut masih bisa menerima ada cermin di sekitarnya walaupun mungkin tidak mau melihatnya.

Takut melihat citra diri

Ketakutan tidak hanya dengan pantulan di cermin tetapi juga di berbagai benda yang dapat memantulkan seperti genangan air, cat di badan mobil, bahkan pantulan dari lensa kacamata hitam.

Ketakutan supranatural

Pada umumnya adanya kepercayaan spritual yang dihubungkan dengan legenda, hantu, dan sihir. Orang tersebut jika melihat cermin seolah-olah dapat terhisap masuk, atau akan ada mahluk yang keluar. Ada juga keyakinan bahwa cermin sebagai portal antara dunia nyata dan dunia roh.

Jika ketakutan tersebut sudah sangat mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, segera konsultasi dengan psikolog atau psikiater.

BACA JUGA : RAGAM LILIN DAN ASAL – MUASALNYA

Sumber: https://www.kompasiana.com/alvinangjaya/5808e104519773626616a53e/sebenarnya-narsis-itu-apa-sih-dan-dari-mana-asalnya; https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3034874/cara-menghadapi-orang-narsis; https://www.liputan6.com/global/read/3929473/mengenal-catoptrophobia-ketika-manusia-takut-melihat-cermin

Yuli Hapsari