Sejarah Cermin

 

Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui cermin, yang membuat kita dapat melihat pantulan bayangan diri atau benda lain yang ada di depannya. Secara sederhana dapat digambarkan, cermin terbuat dari kaca tembus pandang yang di bagian belakangnya dilapis logam yang tipis, biasanya dari perak atau alumunium sehingga dapat memantulkan bayangan di depannya.

Ada tiga jenis cermin, yaitu cermin datar, cermin cembung, dan cermin cekung.

Source : Dok. Pribadi

Cermin datar digunakan untuk bercermin, bayangan hasil pantulan sama tegak dan sama besar dengan benda aslinya.

Cermin cembung permukaannya cembung, mempunyai sifat memperkecil bayangan benda, seperti spion kendaraan, dan cermin di persimpangan jalan untuk mencegah kecelakaan.

Cermin cekung permukaannya cekung, bayangannya lebih besar dari benda aslinya. Banyak digunakan untuk lampu senter, lampu sorot mobil, sebagai reflektor yang membuat sinar yang dikeluarkan menyebar meski lampu mobil atau lampu senternya kecil.

Sejak kapan cermin ada?

Cermin sudah ada sebelum tahun masehi, sebagaimana ditemukan artefak berumur 6000 SM yang diperkirakan cermin oleh para arkeolog pada tahun 1960 di Anolia (kini Turki). Terbuat dari batu Obsidian yang dipoles dikenal dengan kaca vulkanik.

Cermin dari tembaga ditemukan di Mesopotamia berumur 4000 SM dan di Mesir 3000 SM. Cermin dari perunggu ditemukan di Tiongkok berumur 2000 SM.

Pliny, penulis dari Romawi, dalam bukunya Natural History yang ditulisnya sekitar tahun 77 M, menyebutkan bahwa pada abad pertama Masehi, di Sidon (kini Lebanon) diciptakan cermin kaca berlapis logam dan cermin kaca dengan sandaran dari daun emas. Orang Romawi mengembangkan tekhnik pembuatan cermin dari kaca yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan.

Pada abad ke-10 fisikawan Arab bernama Ibn Sahl pertama kalinya mendeskripsikan cermin parabola pantul pertama. Ibn al-Haytham mendiskusikan cermin cembung dan cermin cekung dalam geometri bola dan tabung dan melakukan beberapa percobaan dengan cermin.

Pada abad ke-11 cermin kaca yang jernih diproduksi di Al-Andalus.

Awal abad ke-14 masa awal Renaisans, orang Eropa melapisi kaca dengan amalgam timah-raksa. Abad ke-16, di Venesia menjadi pusat produksi cermin dengan tehnik tersebut.

Pada tahun 1835, Justus Liebig dari Jerman menemukan cermin kaca pantul, prosesnya dengan pengendapan lapisan perak metalik ke kaca melalui reduksi kimia perak nitrat. Proses melapisi kaca dengan dengan substansi silvering ini diadaptasi untuk memproduksi cermin secara masal.

Saat ini cermin diproduksi dengan pengendapan vakum alumunium atau perak langsung ke sustrat kaca.

BACA JUGA : NARSIS DAN…

Sumber: https://www.kompasiana.com/alvinangjaya/5808e104519773626616a53e/sebenarnya-narsis-itu-apa-sih-dan-dari-mana-asalnya, https://id.wikipedia.org/wiki/Cermin; https://www.dekoruma.com/artikel/75733/sejarah-dan-tipe-cermin; https://pengertianahli.id/2014/03/pengertian-cermin-dan-jenis-cermin.html

Yuli Hapsari