Bahaya Minyak Jelantah

 

source : health.detik.com

Makanan yang digoreng sepertinya sudah menjadi menu wajib sehari-hari bagi kita, selain lebih praktis, rasanya memang lebih enak apalagi jika dimakan dalam keadaan hangat, sangat menggugah selera .

Terkadang saking seringnya kita menggoreng sampai lupa untuk mengganti minyak goreng hingga berhari-hari lamanya, bahkan ketika minyak itu sudah berubah dari warna aslinya tetap masih kita pakai.

Hal itu pun banyak dilakukan oleh para penjual gorengan di pinggir jalan, mereka mempunyai alasan yang beraneka ragam menggunakan minyak goreng berulang, biasanya karena keterbatasan dana yang mereka miliki.

Tetapi ternyata semakin banyak makanan gorengan yang kita konsumsi, apalagi jika digoreng menggunakan minyak jelantah, banyak resiko buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan.

Minyak goreng yang digunakan kembali akan mengalami proses degradasi, oksidasi, dan dehidrasi yang disebabkan oleh suhu panas yang tinggi. Minyak goreng bekas harus kita saring dan kita simpan sesuai dengan aturan, jangan langsung memasukannya ke dalam wadah sebelum dingin; jika tidak maka bakteri yang ditinggalkan oleh makanan sebelumnya masih berada di minyak, hal tersebut dapat memicu terjadinya keracunan makanan.

Minyak jelantah merupakan sumber radikal bebas, yang akan ikut terserap dalam makanan yang digoreng. Di dalam tubuh, radikal bebas tersebut akan menyerang sel-sel dan menjadi karsinogen, yaitu penyebab kanker. Semakin banyak radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh maka akan menyebabkan mutasi gen sehingga sel di dalam tubuh pun menjadi rentan berubah menjadi sel kanker.

Selain itu penggunaan minyak jelantah dapat meningkatkan kandungan asam lemak trans sehingga kandungan kolestrerol jahat di dalam tubuh juga meningkat, sementara kadar kolesterol baik justru menurun. Saat lemak trans itu menumpuk dan membentuk plak pada dinding bagian dalam arteri, hal ini dapat mempersempit arteri itu sendiri. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya stroke juga serangan jantung.

Melihat resiko yang ditimbulkan dari penggunaan minyak jelantah bukan berarti kita tidak dapat menggunakannya, boleh digunakan jika memang benar-benar terpaksa. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu amati minyak jelantah saat hendak digunakan. Jika asap langsung membumbung keluar dari minyak, segeralah hentikan pemakaian, sebab minyak tersebut telah dicemari oleh HNE (4-Hydroxynonenal) yang mengandung racun dan dapat dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti Parkinson dan Alzheimer. Selain itu, jika warna minyak telah berubah drastis menjadi lebih kehitaman dan tampak lebih lengket, harus kita hentikan pula pemakaiannya.

Jadi jika ingin mempunyai tubuh yang sehat, lebih baik kita mengolah makanan dengan cara dikukus atau pun direbus, namun jika masih ingin mengkonsumsi gorengan, lebih baik makanan itu kita buat sendiri di rumah sehingga kita dapat mengontrol kualitas minyak goreng yang kita gunakan.

BACA JUGA : SEJARAH CERMIN

Sumber: https://www.go-dok.com; https://www.honestdocs.id; https://hellosehat.com

Ella Irawan