Kecanduan Gawai

https://pixabay.com

Kecanduan gadget atau gawai saat ini sudah dalam taraf yang memprihatinkan, karena bukan hanya mengancaman orang dewasa saja tetapi justru pada anak-anak.

Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr. Arif Zainudin, Solo, sudah menerima pasien kecanduan gawai sejak tiga tahun yang lalu dan kebanyakan pasien adalah anak-anak dan remaja; usia pasien yang terkecil adalah 10 tahun.

Jawa Barat juga mulai kebanjiran pasien anak yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gawai. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, masalah kejiwaan yang dialami anak-anak ini disebabkan akibat dari penggunaan gawai yang sangat berlebihan, mulai dari browsing internet, game online, dan lain sebagainya.

Dampak khusus penggunaan gawai yang berlebihan terutama bagi psikologi anak:

  1. Menjadi Candu

Saat sang anak kemana-mana harus membawa gawai, bahkan ketika makan atau pun ketika bangun tidur, yang dicari pertama kali adalah gawai, hal itu menandakan adanya ketergantungan.

  1. Penyakit Mental

Jika gawai digunakan secara berlebihan dapat mengakibatkan stres autisme, depresi, mudah marah, panik, dan sebagainya.

  1. Lebih Agresif

Konten kekerasan yang terdapat pada gawai, dapat memengaruhi psikologi anak untuk melakukan apa pun yang ia lihat, dan jangka panjangnya akan membawa pengaruh buruk, seperti anak akan menjadi lebih agresif dibandingkan anak lainnya.

Sebenarnya, berapa lama waktu ideal anak setiap harinya untuk mengakses gawai? Para ahli menyarankan waktu maksimal anak mengakses gawai adalah 1-2 jam per hari. Namun, pembatasan ini juga harus disesuaikan dengan usia anak:

  • Anak usia di bawah 2 tahun disarankan sama sekali tidak diberi akses pada gawai. Jika diperlukan, anak usia di atas 1,5 tahun dapat mengakses gawai tidak lebih dari satu jam per hari dengan didampingi orang tua.
  • Anak usia 2-5 tahun disarankan mengakses gawai hanya 1 jam per hari, itu pun sebaiknya program yang berkualitas.
  • Untuk anak usia 6 tahun ke atas, sebaiknya tetapkan durasi khusus yang disepakati bersama. Misalnya, anak hanya bisa mengakses gawai pada akhir pekan atau maksimal 2 jam per hari.

Yang perlu ditekankan adalah waktu mengakses gawai ini bukan hanya untuk mengakses ponsel atau tablet saja, tapi juga termasuk waktu untuk menonton TV dan menggunakan komputer.

Untuk mengurangi atau menghentikan penggunaan gawai memang bukanlah hal mudah, yang sangat diperlukan adalah “kedisiplinan

BACA JUGA : DAMPAK KECANDUAN BLUE FILM

Sumber: https://www.inews.id; https:/www.medcom.id; https://dosenpsikologi.com; https://www.alodokter.com

Ella Irawan