Forgiveness Therapy, Mengurangi Luka Emosi

 

source : pixabay.com

Memendam rasa amarah atau pun kebencian, dapat membuat kita tertekan juga depresi, hal itu lambat laun akan menyebabkan emosi menjadi mudah meledak-ledak bahkan cenderung ada yang sampai melakukan tindakan kekerasan

Memaafkan adalah salah satu cara untuk menghilangkan endapan rasa marah, dendam, juga sakit hati yang ditimbulkan orang lain atau keadaaan terhadap diri kita. Ternyata lebih dari 70% penyakit yang terdapat dalam tubuh kita disebabkan oleh perasaan negatif yang mengendap di dalam pikiran kita sendiri.

Proses memaafkan hampir sama dengan cara kerja sebuah pikiran yaitu selama memaafkan dianggap sebagai suatu kekalahan maka dapat dipastikan jika kita akan sulit untuk dapat memaafkan.

Forgiveness merupakan sikap seseorang yang telah disakiti untuk tidak melakukan perbuatan balas dendam terhadap orang yang menyakiti; tidak adanya keinginan untuk menjauhi pelaku. Sebaliknya ada keinginan untuk berdamai dan berbuat baik terhadap orang yang menyakiti, walaupun orang yang telah menyakiti telah berbuat yang menyakitkan terhadap kita. (McCullough dkk., 1997).

Forgiveness Therapy merupakan salah satu teknik yang dilakukan dalam proses Hipnoterapi yang biasanya dilakukan oleh seorang Hipnoterapist, namun bukan berarti kita tidak dapat melakukannya sendiri.

Kita pun dapat melakukan sendiri diawali dengan merubah konsep kita tentang arti dari memaafkan itu sendiri, yaitu:

  1. Memaafkan bukan berarti melupakan;
  2. Memaafkan tidak harus memberitahukan;
  3. Memaafkan adalah untuk kenyamanan diri sendiri;
  4. Memaafkan bukan berarti menyukai orang yang telah bersalah;
  5. Memaafkan bukan berarti mengizinkan kembali kesalahan untuk terjadi.

Setelah itu tulislah maksimal lima nama orang atau pun kejadian yang sekiranya memiliki emosi negatif besar di kehidupan kita, bisa karena kita kecewa atau pun dendam kepada seseorang.

Lalu kita coba bayangkan, rasakan, dan dengarkan seolah-olah orang itu hadir di hadapan kita, lalu katakan “Aku maafkan apapun kesalahanmu”. Bayangkan orang itu tersenyum, mengangguk lalu pergi.

Setelah rutin dilakukan setiap hari selama 14-21 hari, kita dapat merasakan emosi tidak akan mudah bergejolak, stres berkurang dan jauh lebih tenang.

Dengan melakukan Forgiveness Therapy sama artinya memperbaiki luka kita terlebih dahulu sebagai bekal agar kita lebih siap melanjutkan hidup selanjutnya dengan kondisi yang lebih baik.

BACA JUGA : MANFAAT LIBURAN KE HUTAN

Sumber: http://belajarkehidupan.com; http://www.bloggermuslimah.id; https://101mind.com

Ella Irawan