KAPAN BUKU PERTAMA KALI DIBUAT?

 

Di toko buku, kita akan mudah mencari buku yang diinginkan karena sudah dikelompokkan dalam satu tema misalnya, buku sejarah, masakan, arsitektur, agama, dan lainnya. Ukurannya pun berbeda-beda. Penerbit yang sudah punya nama mempunyai ukuran buku yang khas, namun pada umumnya ukuran buku disesuaikan untuk kenyamanan pembaca, sedangkan buku anak-anak biasanya ukurannya lebih besar.

source : dok. pribadi

Jika diperhatikan buku dengan jumlah halaman tertentu, merupakan kumpulan lembaran kertas yang dijilid di satu sisinya sehingga tidak terlepas ketika kita membacanya.

Sejak kapan buku mulai dibuat?

Kapan buku mulai dibuat banyak versinya salah satunya menyebutkan di Mesir sekitar 2400-an SM telah ada kertas dari Papirus sejenis alang-alang tumbuh di sekitar Sungai Nil Bangsa Romawi menggunakannya untuk menulis, berbentuk gulungan panjang. Gulungan papirus merupakan bentuk buku yang pertama di dunia; di British Museum London terdapat papirus sepanjang 40,5 meter.

Kemudian ditemukan Kodeks, bukan lagi berupa gulungan melainkan tumpukan lembaran halaman disatukan salah satu tepinya dengan dijahit dan menyampulnya dengan bahan yang lebih tebal.

Pertama kalinya kodeks disebut oleh Martialis, penyair Romawi pada abad ke-1 M, dalam karya tulisnya menyebutkan penggunaan Kodeks yang nyaman dibanding gulungan. Pada abad ke-5 jumlah kodeks melampaui jumlah gulungan dan pada abad-abad berikutnya gulungan tidak digunakan lagi.

Di Timur Tengah, dibuat kertas kulit dari lembaran kulit domba disamak dan dibentangkan disebut pergamenum, kemudian disebut perkamen artinya kertas kulit. Perkamen lebih kuat, mudah dipotong, dibuat berlipat-lipat, mudah digunakan, ini merupakan bentuk awal dari buku berjilid.

Di Tiongkok, tahun 105 M ditemukan kertas oleh Ts’ai Lun dan pada abad ke-2 Tiongkok menjadi satu-satunya pengekspor kertas di dunia, yang pada awal abad ke-11 teknologi pembuatan kertas sampai di Eropa.

Industri kertas semakin bertambah maju dengan ditemukannya mesin cetak oleh Johanes Gutenberg dari Jerman pada abad ke-15. Halaman buku yang sebelumnya ditulis dengan tangan, dapat dicetak dengan huruf-huruf dari logam. Lembaran kertas yang ringan disatukan menjadi buku dan mesin cetak mampu menggandakan cetakan buku dengan cepat dan dalam jumlah banyak.

Teknik cetak Gutenberg dapat bertahan hingga abad ke-20, kemudian ditemukan tekhnik cetak lebih maju seperti cetak offset yaitu teknik menggunakan pelat yang datar sebagai acuan cetak, cetak sablon menggunakan silk screen sebagai acuan cetaknya, digital printing yaitu cetak tanpa melalui pembuatan acuan cetak melainkan dengan proses digital, dan teknik cetak lainnya.

Seiring dengan perkembangan dunia informatika, kini dikenal buku elektronik atau e-book yang mengandalkan komputer dan internet.

BACA JUGA : SEJARAH KERTAS

Sumber: http://m-nusaperpustakaan.blogspot.com/2011/11/asal-usul-dan-sejarah-buku.html; https://www.brilio.net/video/discover/inilah-sejarah-terciptanya-buku-160826s.html; http://m-nusaperpustakaan.blogspot.com/2011/11/asal-usul-dan-sejarah-buku.html

Yuli Hapsari