Teror Kobra

 

Source : id.pinterest.com

Saat ini masyarakat dibuat geger dan resah  dengan banyaknya bermuncukan ular kobra disekitar pemukiman mereka, karena memang reptil ini dikenal sebagai salah satu hewan berbisa yang mematikan.

Ular sendok atau yang juga dikenal dengan nama kobra adalah sejenis ular berbisa dari suku Elapidae. Disebut ular sendok karena ular ini dapat menegakkan dan memipihkan lehernya apabila merasa terganggu oleh musuhnya. Leher yang memipih dan melengkung itu serupa bentuk sendok atau irus (sendok sayur).

Ular kobra mampu melumpuhkan mangsanya dengan menggigit dan menyuntikan bisa neurotoksin dimana bisa tersebut kemudian dapat melumpuhkan saraf-saraf dan juga otot mangsanya hanya dalam waktu beberapa menit saja, selain dengan cara menggigit ular kobrapun dapat melumpuhkan mangsanya dengan menyemprotkan bisa.

Fenomena teror ular ini bisa terjadi menurut Ahli herpetologi (reptil dan amfibi) dari Lembaga ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Amir Hamidy pada kompas.com, disebabkan karena terlalu panjangnya musim panas. Udara yang panas dan lembab menyebabkan telor ular tersebut dapat menetas dengan sempurna

Banyaknya kobra masuk kepemukiman karena mencari tempat yang hangat juga makanan, karena biasanya disekitar pemukiman penduduk banyak terdapat makanan.

Untuk menghindari itu semua terjadi menurut Pakar Herpetofauna dari Universitas Brawijaya (UB), Nia Kurniawan, rumah harus selalu dalam posisi bersih Biasanya juga, ular itu suka berada didekat dapur atau tumpukkan kayu.

Selain itu  selalu bersihkan pekarangan dan rumah, rajin dipel menggunakan wangi-wangain atau kapur barus juga janganlah menumpuk barang seperti kardus ataupun lainnya untuk menghindari tikus bersembunyi ditempat itu karena ternyata bau kencing tikus sangat disukai oleh ular.

Jika menjumpai kobra, yang harus pertama kali diingat adalah “jangan panik” agar tidak memancing reaksi dari ular itu. Jangan menjadikan ular itu sebagai mainan karena karakter dari kobra itu kalau marah akan menaikkan tudung dan menyemprotkan bisa.

Ular kobra ternyata dapat menyemburkan bisanya hingga jarak 70 meter, jika ular kobra mempunyai panjang sekitar satu meter maka dapat menyemburkan bisa sampai dengan 50 hingga 70 meter. Ular kobra akan menyemburkan bisa dalam kondisi terdesak, untuk itu lebih baik panggillah orang profesional untuk menangani kobra tersebut.

Menurut dokter spesialis emergensi, Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.Em, apabila terdapat luka akibat digigit oleh ular , tidak boleh dihisap ataupun disedot juga jangan menoreh kulit yang terkena gigitan ular untuk dikeluarkan darahnya.

Bisa ular melewati getah bening bukan pembuluh darah, hal inilah yang menyebabkan banyak korban gigitan ular itu tidak selamat, bahkan hanya dalam hitungan jam ataupun menit saja, tergantung berapa banyak bisa itu masuk kedalam tubuh manusia.

Langkah selanjutnya adalah pasang bidai untuk mengurangi pergerakkan, caranya dengan mengganjal bagian tubuh yang terkena bisa dengan menggunakan kayu ataupun bambu tujuannya adalah agar menunda racun itu menjalar keseluruh tubuh hingga merusak organ-organ tubuh manusia.

Jangan mengikat terlalu kencang karena tujuan mengikat bukan untuk menghambat aliran darah tetapi tujuannya adalah agar bagian tubuh yang terkena bisa itu tidak banyak melakukan pergerakkan terakhir bawalah korban kerumah sakit terdekat.

BACA JUGA : APA ITU AILUROPHOBIA?

Sumber : https://www.kompas.com; https://idnews.co.id; https://id.wikipedia.org

Ella Irawan